BANDUNG – Perayaan Misa Paskah di lingkungan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Bandung berlangsung khidmat, Jumat (17/4). Ibadah dipimpin Uskup Bandung Antonius Subianto Bunjamin, didampingi Wakil Uskup untuk umat Katolik TNI-Polri, Romo Yos Bintoro, serta sejumlah imam.
Para imam yang turut menjadi selebran antara lain Rm Hendra Kimawan, OSC, Rm Aloysius Wahyu, Rm Paulus Ardi, Rm Aris, dan Rm Jimi. Misa diikuti prajurit, pejabat utama, dan umat Katolik di lingkungan Garnisun Tetap II Bandung, termasuk Komandan Seskoad Mayjen TNI Dr. Agustinus Purboyo.
Dalam homilinya, Uskup Antonius menekankan pentingnya keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani. Menurut dia, makanan jasmani memang penting untuk kesehatan, tetapi asupan rohani menentukan arah dan kualitas hidup manusia.
“Makanan jasmani penting agar kita tetap hidup dan sehat, tetapi makanan rohani menentukan arah hidup kita dan menjadikan kita berkat bagi orang lain,” ujarnya.
Ia mengangkat kisah mukjizat lima roti dan dua ikan sebagai teladan kepedulian. Yesus, kata dia, memberi makan orang banyak karena belas kasih, bukan karena diminta.
Uskup Antonius mengingatkan, manusia kerap terjebak pada mentalitas kekurangan. Ia mengajak umat mengubah cara pandang menjadi mentalitas kelimpahan.
“Jangan fokus pada apa yang tidak kita miliki, tetapi pada apa yang kita punya. Lima roti dan dua ikan, jika diserahkan kepada Tuhan, bisa menjadi berkat bagi banyak orang,” katanya.
Dalam konteks TNI-Polri, ia mengaitkan pesan Injil dengan nilai profesionalisme dan pengabdian, seperti konsep PRIMA di TNI dan PRESISI di Polri. Namun, ia menegaskan kekuatan sejati tidak hanya bertumpu pada fisik, teknologi, atau strategi, melainkan juga ketahanan rohani.
“Tanpa kekuatan batin, manusia mudah goyah, meskipun berhasil secara jabatan dan materi,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan agar umat tidak terjebak pada aktivitas religius yang bersifat formalitas, tetapi sungguh menghayati Ekaristi sebagai sumber kekuatan hidup.
Di akhir homili, ia mengajak umat, khususnya prajurit TNI-Polri, menjadi pribadi seperti “lima roti dan dua ikan”—sederhana namun siap dibagikan demi kebaikan bersama.
Perayaan ini mengusung tema penguatan iman dan solidaritas TNI-Polri serta ASN dalam mendukung Indonesia Maju. Momentum tersebut juga mempererat kebersamaan lintas institusi, termasuk Keuskupan Bandung dan Ordinariatus Castrensis Indonesia.
Usai misa, acara dilanjutkan dengan ramah tamah yang diisi hiburan musik dan tari. Kegiatan juga diwarnai penyerahan tali asih kepada panti asuhan serta pembagian buku kiprah 75 tahun Keuskupan Bandung kepada sejumlah paroki.






