JAKARTA — Pemusatan latihan nasional (pelatnas) tim Soft Tennis Indonesia memasuki fase krusial jelang di Jepang. Sejak digelar intensif 1 Maret, para atlet ditempa dengan ritme latihan padat untuk mengejar target dua medali perak dari nomor beregu putra dan ganda campuran.
Ketua Umum PP Pesti, , menyebut pemusatan latihan di kawasan Hotel Sultan, Senayan, dipilih demi efisiensi. Atlet berlatih tanpa terhambat mobilitas, dengan dukungan fasilitas lengkap seperti gym dan kolam renang. “Fokus kami intensitas. Semua kebutuhan tersedia dalam satu kawasan,” ujarnya.
Program enam bulan dipadatkan pada tiga bulan awal dengan komposisi 70 persen fisik dan 30 persen teknik. Sekjen PP Pesti, , mengatakan uji coba internasional dipusatkan di Korea Selatan pada Juni, sementara rencana lanjutan ke China Taipei berpotensi dibatalkan karena penyesuaian anggaran.
Manajer tim, , menegaskan seleksi berjalan ketat. Evaluasi dilakukan dalam tiga bulan pertama, tanpa jaminan posisi bagi atlet. “Semua harus tampil maksimal. Jika tidak, bisa diganti,” katanya.
Dengan jadwal latihan dua kali sehari dan progres yang dinilai positif, tim optimistis mampu bersaing menghadapi dominasi Jepang, Korea Selatan, dan China Taipei di level Asia.
Daftar Atlet Pelatnas: Putra: Tio Juliando Hutahuruk, Fernando Sanger, Rizky Zammy, Bagus Angga Boedy P, Reza Pahlefi.
Putri: Siti Nur Arasy, Allif Nafiiah.






