Pengawasan MBG, Ujian Terbesar Anggaran Negara - Plus62.co

Pengawasan MBG, Ujian Terbesar Anggaran Negara

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OPINI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar program sosial. Ia adalah salah satu pos anggaran terbesar dalam sejarah belanja kesejahteraan Indonesia. Dengan proyeksi Rp 300 triliun lebih per tahun, nilainya bisa menyamai bahkan melampaui total penanganan Covid-19 dalam dua sampai tiga tahun pelaksanaan.

Bedanya, Covid adalah krisis darurat. MBG adalah kebijakan permanen.

Di sinilah letak persoalan.

Jika program ini berjalan lima tahun, akumulasi anggaran bisa tembus di atas Rp 1.500 triliun. Angka sebesar itu bukan lagi sekadar kebijakan sosial, tetapi menjadi struktur ekonomi baru yang menciptakan rantai pasok pangan nasional, jaringan vendor, dapur produksi, hingga distribusi di ribuan sekolah.

Baca Juga :  Kapal Misterius Tanpa Awak Terdampar di Lingga, TNI AL Turun Tangan

Semakin besar uang beredar, semakin besar pula godaannya.

Risiko kebocoran bukan asumsi. Pengadaan pangan adalah sektor dengan sejarah panjang mark-up, permainan kualitas, hingga vendor “titipan”. Jika satu porsi makanan dimark-up hanya Rp 1.000 saja, dikalikan puluhan juta penerima setiap hari, potensi kebocoran bisa mencapai miliaran rupiah per hari.

Baca Juga :  Kasus Sanggar Fiktif di Dinas Kebudayaan, Wali Kota Jakpus Dipanggil Kejati

Pengawasan formal memang ada. Audit oleh , pengendalian internal oleh BPKP, hingga pencegahan korupsi oleh . Namun pengalaman menunjukkan, audit sering datang setelah uang terlanjur keluar.

Program sebesar ini membutuhkan pengawasan real-time, bukan sekadar pemeriksaan tahunan.

Transparansi harga satuan, dashboard serapan anggaran terbuka, pengadaan digital penuh, hingga kanal pengaduan publik yang responsif harus menjadi prasyarat. Tanpa itu, MBG berisiko berubah dari investasi sumber daya manusia menjadi mesin kebocoran fiskal jangka panjang.

Baca Juga :  Kejagung Sita Rp 11,8 Triliun Terkait Korupsi Ekspor CPO, Rp 2 Triliun Dipamerkan Dalam Konferensi Pers

Ujian sesungguhnya bukan pada niat baiknya.

Ujian terbesarnya ada pada tata kelolanya.

Jika pengawasan gagal, publik tidak hanya kehilangan uang negara. Publik kehilangan kepercayaan.

Dan kepercayaan adalah modal yang jauh lebih mahal daripada Rp 300 triliun.

Berita Terkait

Kenaikan Harga BBM Per 1 Maret 2026
Respons Cepat Unsur Laut, Satrol Kodaeral IV Evakuasi ABK Meninggal di Perairan Kabil
Warga Neglasari Datangi Kanwil ATR/BPN Jabar Soal Status Lahan
Kantor Hukum Rinto Hartoyo Agus Berhasil Tuntaskan Sengketa Aset 2.500 Meter dalam Hitungan Pekan
Siklon Tropis dan Pemanasan Global Perparah Bencana Sumatra
Lebih 1.000 Wartawan Tiba di Banten Sambut HPN 2026
HPN 2026 PWI Salurkan Ribuan Sembako dan Gelar Donor Darah
Hujan Lebat Guyur Pemalang, Banjir Terjadi di Sejumlah Titik; Sekolah Beberapa Wilayah Belajar Daring

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:11 WIB

Pengawasan MBG, Ujian Terbesar Anggaran Negara

Senin, 2 Maret 2026 - 22:44 WIB

Kenaikan Harga BBM Per 1 Maret 2026

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:07 WIB

Respons Cepat Unsur Laut, Satrol Kodaeral IV Evakuasi ABK Meninggal di Perairan Kabil

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:08 WIB

Warga Neglasari Datangi Kanwil ATR/BPN Jabar Soal Status Lahan

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:43 WIB

Kantor Hukum Rinto Hartoyo Agus Berhasil Tuntaskan Sengketa Aset 2.500 Meter dalam Hitungan Pekan

Berita Terbaru

TNI & Polri

Wakaf 30 Al-Qur’an Perkuat Bina Rohani Prajurit Kodaeral IV

Rabu, 4 Mar 2026 - 15:38 WIB

Nasional

Pengawasan MBG, Ujian Terbesar Anggaran Negara

Rabu, 4 Mar 2026 - 15:11 WIB

Internasional

Andai Nuklir Menghantam Iran: Dunia Tak Lagi Sama

Rabu, 4 Mar 2026 - 14:46 WIB

Sosial

Negeri Tanpa Malu, Tapi Penuh Konferensi Pers

Rabu, 4 Mar 2026 - 00:11 WIB