Operasi Keselamatan Jaya 2026 Digelar Besok, Fokus 9 Pelanggaran - Plus62.co

Operasi Keselamatan Jaya 2026 Digelar Besok, Fokus 9 Pelanggaran

- Jurnalis

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Operasi keselamatan Jaya 2026 (Dok.Tmc Polda Metrojaya)

Ilustrasi Operasi keselamatan Jaya 2026 (Dok.Tmc Polda Metrojaya)

JAKARTA,PLUS62.CO – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya resmi menggelar Operasi Keselamatan Jaya 2026. Operasi ini berlangsung selama dua pekan, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dan dilaksanakan di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Operasi ini mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif, disertai penegakan hukum yang dilakukan secara humanis. Tujuan utamanya adalah menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar (Kamseltibcarlantas), sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di jalan.

Dalam pelaksanaannya, Operasi Keselamatan Jaya 2026 memfokuskan pada sembilan jenis pelanggaran yang dinilai berpotensi tinggi memicu kecelakaan lalu lintas, yaitu:

1. Melawan arus lalu lintas
2. Pengendara di bawah umur atau tidak memiliki SIM
3. Melebihi batas kecepatan
4. Menggunakan telepon genggam saat berkendara
5. Mengemudi di bawah pengaruh alkohol
6. Tidak menggunakan sabuk pengaman
7. Penggunaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) tidak sesuai ketentuan
8. Pengendara motor tidak menggunakan helm berstandar SNI
9. Penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot bising

Pelanggaran-pelanggaran tersebut dinilai menjadi faktor dominan penyebab kecelakaan lalu lintas, baik yang mengakibatkan korban luka maupun meninggal dunia.

Polri mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung penuh pelaksanaan operasi ini dengan selalu mematuhi aturan lalu lintas serta memastikan kelengkapan kendaraan dan surat-surat sebelum bepergian.

Dengan meningkatnya disiplin pengguna jalan, diharapkan tercipta budaya berlalu lintas yang lebih aman dan berkeselamatan.

Baca Juga :  Rumah Wakil Ketua Komisi III DPR RI Sahroni di Geruduk dan Dihancurkan Massa


Berita Terkait

Kekerasan Seksual di Pesantren Berulang, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau sampai ke Jakarta, Pramono Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada
Dugaan Kekerasan Dua Anak di Pemalang Naik Penyidikan, Kuasa Hukum Desak Terlapor Segera Ditahan
Pembuatan Biopori di Taman Jalan Permata Tegal Alur sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan
3 Pemuda di Kapuk Menjadi Korban Penganiayaan oleh OTK, 1 Orang Dibacok Tangan nyaris Putus
Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan, Timbulkan Kerusakan Lingkungan dan Habitat Satwa
Milad Ke-7 Media Lensa Polri, Mengalap Berkah dengan Berbagi
Penanggulangan Gempa NTT, Menkeu Purbaya Alokasikan Anggaran 5 Triliun Rupiah

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 07:50 WIB

Kekerasan Seksual di Pesantren Berulang, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Minggu, 6 September 2026 - 17:58 WIB

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau sampai ke Jakarta, Pramono Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada

Sabtu, 5 September 2026 - 09:25 WIB

Dugaan Kekerasan Dua Anak di Pemalang Naik Penyidikan, Kuasa Hukum Desak Terlapor Segera Ditahan

Jumat, 4 September 2026 - 13:27 WIB

Pembuatan Biopori di Taman Jalan Permata Tegal Alur sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan

Jumat, 4 September 2026 - 08:35 WIB

3 Pemuda di Kapuk Menjadi Korban Penganiayaan oleh OTK, 1 Orang Dibacok Tangan nyaris Putus

Berita Terbaru

Megapolitan

BKPRMI DKI Dorong Remaja Masjid Jadi Entrepreneur

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:21 WIB