Banten: Raksasa Industri yang Belum Menjadi Tuan Rumah di Tanah Sendiri - Plus62.co

Banten: Raksasa Industri yang Belum Menjadi Tuan Rumah di Tanah Sendiri

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber poto : ZONABANTEN.com

Sumber poto : ZONABANTEN.com

SERANG – Banten dikenal sebagai salah satu basis industri terbesar di Indonesia. Kawasan industri raksasa berdiri di Cilegon, Tangerang, hingga Serang. Perusahaan nasional dan multinasional beroperasi, pelabuhan internasional hidup, dan investasi terus mengalir. Namun di balik itu, kualitas pembangunan sumber daya manusia di provinsi ini dinilai masih tertinggal.


Ketimpangan wilayah menjadi persoalan nyata. Tangerang Raya tumbuh sebagai kawasan industri modern dan penyangga ibu kota, sementara wilayah selatan seperti Lebak dan Pandeglang masih berjuang dengan keterbatasan infrastruktur, pendidikan, dan lapangan kerja berkualitas. Pertumbuhan ekonomi belum merata dan cenderung terkonsentrasi di wilayah tertentu.

Baca Juga :  Dampak Mogok Sopir Truk: Harga Cabai dan Bawang Meroket


“Banten seperti raksasa industri yang belum menjadikan rakyatnya tuan rumah di tanah sendiri,” ujar seorang pengamat kebijakan publik di Serang.


Dunia industri di Banten membutuhkan tenaga terampil dan profesional modern. Namun sebagian besar tenaga kerja lokal masih berada di sektor informal dan level buruh dasar. Posisi strategis di banyak perusahaan justru diisi tenaga kerja dari luar daerah karena kualitas SDM lokal dinilai belum siap.


“Ironinya, industri besar berdiri di depan mata, tetapi masyarakat sekitar belum sepenuhnya menjadi pemain utama. Ini persoalan serius pembangunan manusia,” lanjutnya.


Di tengah kekuatan industri dan kehadiran BUMN besar, efek ekonomi ke masyarakat sekitar dinilai belum maksimal. Banyak perusahaan beroperasi seperti enclave yang berdiri sendiri tanpa terhubung kuat dengan UMKM, pendidikan vokasi, atau ekonomi lokal. Keuntungan besar mengalir ke pusat, sementara dampak ke daerah relatif terbatas.
Persoalan lain adalah serapan anggaran daerah yang belum optimal. APBD triliunan rupiah kerap terserap lambat dan belum sepenuhnya diarahkan pada investasi jangka panjang seperti pendidikan, pelatihan kerja, dan penguatan SDM.

Baca Juga :  Brimob BKO Polda Sumbar Cari Korban dan Salurkan Bantuan Banjir di Palembayan


“Anggaran besar tidak otomatis melahirkan SDM kuat. Tanpa fokus pada pendidikan dan pelatihan, Banten akan terus berjalan di tempat,” ujarnya.


Jika ditarik lebih jauh, kondisi ini juga dipengaruhi struktur sejarah panjang. Sejak era kolonial, wilayah Banten dibentuk sebagai daerah produksi dan penyangga Batavia, bukan pusat pendidikan atau pengembangan manusia. Pola ekonomi ekstraktif itu masih terasa hingga kini.

Baca Juga :  Forkabi DPC kembangan Bersama Tiga Pilar Berbagi Takjil


Dengan potensi besar di sektor industri, energi, pelabuhan, dan posisi strategis gerbang Jawa–Sumatra, Banten sebenarnya memiliki modal kuat untuk melompat. Namun tanpa revolusi pada pembangunan manusia dan integrasi industri dengan ekonomi rakyat, provinsi ini berisiko terus menjadi penyangga, bukan pusat kekuatan baru.


Pertanyaan mendasarnya kini: apakah Banten akan terus menjadi penonton di tengah industri besar, atau berani naik kelas menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri.

Berita Terkait

Pemulihan Garoga Belum Tuntas, Relawan Bangun Hunian Sementara
Trasi Bangka Selatan Gaet Hampir 500 Offroader
Polri Kerahkan Dapur Lapangan dan Patroli Kesehatan untuk Korban Banjir Karawang
Brimob BKO Polda Sumbar Cari Korban dan Salurkan Bantuan Banjir di Palembayan
Hujan Lebat Picu Banjir Susulan di Aceh Timur, Polisi Siagakan Perahu Evakuasi
Revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung Telan Anggaran 4,9 Miliar, Warga Soroti Banyaknya Jalan Rusak di Daerah Lebak
Polri Semprot Jalan Lintas Aceh Selatan untuk Kurangi Debu Pasca Banjir
Polri Kerahkan 86 Alat Berat Percepat Pemulihan Bencana Sumatra
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:10 WIB

Banten: Raksasa Industri yang Belum Menjadi Tuan Rumah di Tanah Sendiri

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:43 WIB

Pemulihan Garoga Belum Tuntas, Relawan Bangun Hunian Sementara

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:38 WIB

Trasi Bangka Selatan Gaet Hampir 500 Offroader

Selasa, 20 Januari 2026 - 19:28 WIB

Polri Kerahkan Dapur Lapangan dan Patroli Kesehatan untuk Korban Banjir Karawang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:57 WIB

Brimob BKO Polda Sumbar Cari Korban dan Salurkan Bantuan Banjir di Palembayan

Berita Terbaru

Nasional

Siklon Tropis dan Pemanasan Global Perparah Bencana Sumatra

Selasa, 10 Feb 2026 - 13:23 WIB

Kolom

HPN: Lebarannya Wartawan, Pesta Besar Insan Pers

Senin, 9 Feb 2026 - 08:36 WIB

Sumber Instagram @kesultananbanjar_official

Sejarah & Arkeologi

Pahlawan Banjar, Panglima Wangkang: Darah Bakumpai yang Menolak Tunduk

Minggu, 8 Feb 2026 - 20:34 WIB