Warga Adat Tanoyan Keluhkan Kesulitan Menjual Emas Hasil Tambang Tradisional - Plus62.co

Warga Adat Tanoyan Keluhkan Kesulitan Menjual Emas Hasil Tambang Tradisional

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOLAANG MONGONDOW – Polemik aktivitas masyarakat adat di kawasan Gunung Potolo, Desa Tanoyan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, kembali mencuat.

Sejumlah warga adat menilai respons pemerintah provinsi dan aparat penegak hukum terhadap persoalan tersebut belum terlihat jelas. Penilaian itu muncul setelah berbagai keluhan masyarakat terkait aktivitas penambangan tradisional dan dampaknya terhadap ekonomi keluarga.

Ratusan anggota Brigade Bogani bersama masyarakat adat sebelumnya menggelar aksi dan dialog pada Rabu (4/3/2026). Kegiatan diawali di Aula Gedung Perpustakaan dan Arsip Kotamobagu, kemudian dilanjutkan dengan aksi di sekitar Patung Bogani serta di wilayah Gunung Potolo. Peserta aksi diperkirakan sekitar 250 orang.

Baca Juga :  Revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung Telan Anggaran 4,9 Miliar, Warga Soroti Banyaknya Jalan Rusak di Daerah Lebak

Dalam aksi tersebut, masyarakat adat menyampaikan keluhan terkait kesulitan menjual hasil emas yang mereka klaim sebagai hasil kerja sendiri di tanah adat warisan leluhur. Kondisi itu disebut berdampak pada perekonomian keluarga, terutama menjelang Idul Fitri.

“Kami tidak bisa menjual emas hasil keringat kami sendiri di tanah adat kami. Anak dan istri kami menderita menyambut Idul Fitri yang sudah di depan mata,” ujar salah satu perwakilan massa aksi.

Baca Juga :  Dampak Mogok Sopir Truk: Harga Cabai dan Bawang Meroket

Selain persoalan ekonomi, warga juga menyoroti adanya dugaan kriminalisasi terhadap masyarakat adat yang beraktivitas di wilayah tersebut. Mereka berharap pemerintah dan aparat tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga memberikan pembinaan serta solusi yang dianggap adil bagi masyarakat.

“Kami hanya sekadar menyambung hidup di tanah warisan leluhur kami. Bimbing kami, bukan kriminalisasi kami,” katanya.

Baca Juga :  Polri Semprot Jalan Lintas Aceh Selatan untuk Kurangi Debu Pasca Banjir

Dalam dialog yang berlangsung, masyarakat adat juga menyinggung perjuangan masyarakat Bolaang Mongondow Raya (BMR) dalam mendorong kemandirian ekonomi serta menjaga martabat adat dan budaya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah provinsi maupun aparat penegak hukum terkait berbagai keluhan yang disampaikan warga. Masyarakat berharap ada respons terbuka dan solusi yang berkeadilan atas persoalan di kawasan Gunung Potolo, Desa Tanoyan.

Berita Terkait

Polda Riau Periksa Kades Sontang Terkait Dugaan Pungutan Dana Perbaikan Jalan Rp1,2 Miliar
Ada Apa di Balik Lahan TTM B3? Dibeli, Ditanami, Kemudian Dituntut Lagi
Forwaka Sumut Siapkan Koperasi untuk Kesejahteraan Anggota
GPM Maluku Utara Desak KPK dan Kejagung Tindaklanjuti Dugaan Penyimpangan Proyek Smelter dan PLTU di Halmahera Timur
Tambang di Boltim Jadi Sorotan, Publik Desak Transparansi dan Penegakan Hukum
Kapolri: Stabilitas Kamtibmas Kunci Ekonomi
Aktivis Desak Penertiban Tambang Emas Ilegal Sulut, Gelar Aksi di Kejagung dan Kementerian ESDM
Kejaksaan Serahkan 6 Tersangka Korupsi Kredit Bank Plat Merah ke JPU
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Polda Riau Periksa Kades Sontang Terkait Dugaan Pungutan Dana Perbaikan Jalan Rp1,2 Miliar

Kamis, 10 September 2026 - 13:31 WIB

Ada Apa di Balik Lahan TTM B3? Dibeli, Ditanami, Kemudian Dituntut Lagi

Kamis, 10 September 2026 - 09:19 WIB

Forwaka Sumut Siapkan Koperasi untuk Kesejahteraan Anggota

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:36 WIB

GPM Maluku Utara Desak KPK dan Kejagung Tindaklanjuti Dugaan Penyimpangan Proyek Smelter dan PLTU di Halmahera Timur

Kamis, 16 April 2026 - 12:16 WIB

Tambang di Boltim Jadi Sorotan, Publik Desak Transparansi dan Penegakan Hukum

Berita Terbaru

Megapolitan

Wali Kota Buka Safari Kerukunan FKUB di Gereja Santo Paskalis

Senin, 19 Okt 2026 - 15:17 WIB

Megapolitan

100 Personel Gabungan Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Pasar Senen

Sabtu, 17 Okt 2026 - 19:08 WIB