Revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung Telan Anggaran 4,9 Miliar, Warga Soroti Banyaknya Jalan Rusak di Daerah Lebak - Plus62.co

Revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung Telan Anggaran 4,9 Miliar, Warga Soroti Banyaknya Jalan Rusak di Daerah Lebak

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 23:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung Telan Anggaran 4,9 Miliar, Warga Soroti Banyaknya Kerusakan Jalan  yang Semakin Memprihatinkan di Daerah Lebak  (Foto.Istw)

Revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung Telan Anggaran 4,9 Miliar, Warga Soroti Banyaknya Kerusakan Jalan yang Semakin Memprihatinkan di Daerah Lebak (Foto.Istw)

LEBAK, PLUS62CO – Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya secara resmi meresmikan wajah baru Alun-alun Rangkasbitung usai menjalani proses revitalisasi total. Proyek tersebut menelan anggaran sebesar 4,9 miliar dan diproyeksikan menjadi ikon baru sekaligus ruang publik utama bagi masyarakat Kabupaten Lebak.

Namun, pembangunan alun-alun tersebut memunculkan polemik di tengah masyarakat, terutama warga yang tinggal di wilayah pelosok. Sejumlah warga menilai alokasi anggaran miliaran rupiah itu dinilai kurang tepat, mengingat masih banyak infrastruktur jalan di daerah Lebak yang mengalami kerusakan parah di berbagai kecamatan.

Keluhan salah satunya datang dari warga Kecamatan Sobang. Di wilayah tersebut, pembangunan jalan justru dilakukan secara mandiri melalui swadaya masyarakat.

“Di desa kami, jalan dibangun dengan dana iuran warga, tepatnya di Desa Majasari, Kecamatan Sobang. Selain desa kami, ada juga Desa Sukamaju yang melakukan hal sama karena kondisi jalan yang sangat memprihatinkan,” ujar seorang warga yang namanya enggan disebut (9/1/2026).

Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Malingping. Akses menuju Kampung Sukaraja dan Kampung Gembrong, Desa Pageralan, disebut belum tersentuh pembangunan infrastruktur dari pemerintah daerah.

“Masih banyak jalan belum diaspal, masih banyak jembatan di perkampungan yang perlu dibangun. Alun-alun buat apa kalau jalanan hancur,” ungkap salah satu warga dengan nada kecewa.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Lebak dapat lebih bijak dalam menentukan skala prioritas anggaran pada tahun-tahun mendatang, dengan menitikberatkan pada perbaikan infrastruktur dasar, khususnya jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat pedesaan.

(Asd)

Baca Juga :  Kejaksaan Serahkan 6 Tersangka Korupsi Kredit Bank Plat Merah ke JPU

Berita Terkait

Tambang di Boltim Jadi Sorotan, Publik Desak Transparansi dan Penegakan Hukum
Kapolri: Stabilitas Kamtibmas Kunci Ekonomi
Aktivis Desak Penertiban Tambang Emas Ilegal Sulut, Gelar Aksi di Kejagung dan Kementerian ESDM
Kejaksaan Serahkan 6 Tersangka Korupsi Kredit Bank Plat Merah ke JPU
Tiga Pelaku Pengeroyokan Wartawan di PT PMM Ditahan Polda Babel
Ramadan Penuh Harapan di Lapas Medan
Warga Adat Tanoyan Keluhkan Kesulitan Menjual Emas Hasil Tambang Tradisional
Kades Palasari Akui Izin SPPG Tak Sah, Warga Villa Cherry Minta Operasional Dihentikan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 12:16 WIB

Tambang di Boltim Jadi Sorotan, Publik Desak Transparansi dan Penegakan Hukum

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:01 WIB

Kapolri: Stabilitas Kamtibmas Kunci Ekonomi

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:34 WIB

Aktivis Desak Penertiban Tambang Emas Ilegal Sulut, Gelar Aksi di Kejagung dan Kementerian ESDM

Senin, 9 Maret 2026 - 21:32 WIB

Kejaksaan Serahkan 6 Tersangka Korupsi Kredit Bank Plat Merah ke JPU

Minggu, 8 Maret 2026 - 15:07 WIB

Tiga Pelaku Pengeroyokan Wartawan di PT PMM Ditahan Polda Babel

Berita Terbaru

Megapolitan

Arifin Pimpin Pengendalian Ikan Sapu-Sapu di Jakpus

Jumat, 17 Apr 2026 - 11:13 WIB