MEDAN, PLUS62.CO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan terus memperkuat program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan melalui pemanfaatan lahan serta pengembangan ketahanan pangan.
Komitmen itu diwujudkan dengan meresmikan program hidroponik dan budidaya ikan air tawar, Senin (24/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara Jalu Yuswa Panjang, Kepala Lapas Kelas I Medan Fonika Affandi, serta sejumlah Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di wilayah Medan dan sekitarnya.
Program ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian untuk memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan. Selain menghasilkan produk pangan, kegiatan tersebut diharapkan meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan keterampilan sebagai bekal ketika warga binaan kembali ke masyarakat.
Jalu Yuswa Panjang mengapresiasi langkah Lapas Kelas I Medan yang mengoptimalkan lahan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus pembinaan warga binaan.
“Ketahanan pangan harus kita bangun melalui pemanfaatan lahan yang ada secara produktif. Saya mengapresiasi jajaran Lapas Kelas I Medan yang terus mengembangkan hidroponik, budidaya ikan, dan berbagai komoditas pertanian,” ujar Jalu.
Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada tahap peresmian, tetapi terus dikembangkan dan menghasilkan manfaat nyata.
Sementara itu, Fonika Affandi mengatakan program tersebut merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pembinaan yang produktif, bermanfaat, dan berkelanjutan.
“Melalui program hidroponik dan budidaya ikan air tawar ini, kami ingin memberikan keterampilan yang nyata dan bermanfaat bagi warga binaan,” katanya.
Lapas Kelas I Medan berkomitmen terus mengembangkan inovasi pembinaan yang adaptif dan berkelanjutan. Program tersebut diharapkan memperkuat keterampilan dan kemandirian warga binaan sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan.






