JAKARTA, PLUS62.CO — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat bergerak cepat menangani warga terdampak kebakaran di Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen. Kebakaran pada Kamis malam, 20 Agustus 2026, menghanguskan sekitar 15 rumah di RW 02, yang meliputi RT 08 dan RT 09.
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mengatakan, berdasarkan pendataan sementara, kebakaran tersebut berdampak terhadap 35 kepala keluarga atau sekitar 95 jiwa.
“Lebih kurang berdasarkan data yang ada sementara ini, dilaporkan ada 15 rumah dengan jumlah KK 35 KK. Kemudian jumlah jiwanya ada 95 jiwa,” kata Arifin.
Pemkot Jakarta Pusat bersama jajaran dinas terkait menyiapkan lokasi pengungsian di SDN 05 Paseban. Tenda pengungsian ditempatkan di area luar kelas agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar dan aktivitas olahraga siswa.
Pemkot juga mendata kebutuhan warga, termasuk anak-anak yang masih bersekolah. Sejumlah warga melaporkan seragam, tas, dan perlengkapan sekolah anak ikut terbakar.
“Sudah didata anak sekolah SD, SMP, SMA, laki-laki dan perempuan. Mereka melaporkan pakaian sekolah dan perlengkapan sekolah yang terbakar. Tentu kita akan bantu untuk persiapan mereka bisa sekolah kembali,” ujar Arifin.
Selain kebutuhan pendidikan, Pemkot menyiapkan layanan administrasi kependudukan bagi warga yang kehilangan dokumen akibat kebakaran.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil membuka posko pelayanan untuk membantu penerbitan kembali dokumen seperti KTP, kartu keluarga, dan akta kelahiran.
Sejumlah kartu layanan publik milik warga juga akan dibantu diterbitkan kembali, antara lain Kartu Jakarta Pintar (KJP), BPJS Kesehatan, dan kartu layanan gratis Transjakarta.
“Semua akan kita perbarui, kita akan berikan yang baru. Tentu kerja samanya, warga yang memang membutuhkan untuk dilaporkan,” kata Arifin.
Layanan kesehatan turut disiapkan di lokasi pengungsian. Puskesmas menurunkan tenaga medis untuk memeriksa kondisi warga, termasuk mereka yang memiliki penyakit dan membutuhkan obat rutin.
Kebutuhan logistik dan bantuan lainnya terus diinventarisasi bersama BPBD, PMI, dan unsur terkait.
Arifin mengatakan Pemkot masih mendata rumah yang terdampak untuk menentukan bentuk bantuan selanjutnya, termasuk kemungkinan dukungan pembangunan kembali rumah warga.
“Kita data dulu berapa rumah yang terdampak, yang terbakar. Kemudian mungkin ada nantinya dukungan untuk pembangunan rumah. Kita coba inventarisasi dulu apa yang bisa kita bantu,” ujarnya.
Warga Diminta Waspada
Arifin juga mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada musim kemarau.
Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan dan memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman untuk mencegah korsleting.
“Saya mengajak kepada seluruh warga untuk bisa menjaga lingkungan, tidak ada yang bakar-bakar sampah. Kemudian cek kembali instalasi listriknya, jangan digunakan yang berlebihan yang bisa menimbulkan korsleting listrik,” tutur Arifin.
Arifin berharap seluruh warga terdampak memperoleh bantuan sesuai kebutuhan sehingga beban akibat musibah kebakaran dapat diminimalkan.






