JAKARTA,PLUS62.CO — Tokoh masyarakat Jakarta Barat Haji Sarmilih, S.H. mengimbau masyarakat yang akan maupun sedang melakukan aksi demonstrasi terkait polemik Orang Tua (OT) Group agar tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan anarkis.
Menurut Haji Sarmilih, penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang dijamin hukum. Namun, hak tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab dan tidak mengganggu keamanan serta ketertiban umum.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Jakarta Barat yang ikut menyampaikan aspirasi, agar tetap menahan diri. Jangan sampai persoalan ini justru menimbulkan keributan dan merugikan masyarakat lainnya,” ujar Haji Sarmilih, Jumat (14/8/2026).
Ia mengatakan, polemik yang berkaitan dengan simbol maupun ajaran agama merupakan persoalan sensitif yang harus disikapi secara bijaksana.
Karena itu, Haji Sarmilih meminta masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri. Setiap dugaan pelanggaran harus diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk dilakukan pemeriksaan secara objektif.
“Kalau memang ada dugaan pelanggaran hukum, kita serahkan kepada aparat. Jangan main hakim sendiri. Kita hormati proses hukum dan kita kawal agar berjalan transparan dan adil,” katanya.
Haji Sarmilih juga meminta pihak perusahaan maupun pihak-pihak yang terkait dengan polemik tersebut memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat.
Menurut dia, klarifikasi penting dilakukan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi yang dapat memperkeruh suasana.
“Perusahaan juga harus peka terhadap persoalan yang menyangkut nilai-nilai agama. Kalau ada kekeliruan, sampaikan penjelasan dan lakukan evaluasi. Jangan sampai persoalan komunikasi atau promosi berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa menjaga kerukunan dan keamanan Jakarta merupakan tanggung jawab bersama.
Haji Sarmilih berharap aksi penyampaian aspirasi berlangsung tertib, damai dan tidak mengganggu aktivitas warga.
“Kita boleh berbeda pendapat, kita boleh menyampaikan kritik, tetapi jangan sampai merusak fasilitas, mengancam orang lain atau melakukan kekerasan. Aspirasi yang disampaikan dengan tertib justru akan lebih kuat dan lebih mudah didengar,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar melalui media sosial.
“Jangan terpancing provokasi. Cek informasi, jangan menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Kita ingin masalah ini selesai melalui jalur hukum dan dialog, bukan dengan keributan,” kata Haji Sarmilih.
Haji Sarmilih menambahkan, aparat keamanan juga diharapkan dapat mengawal aksi secara profesional dengan tetap memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan pendapat.
“Yang paling penting sekarang adalah menjaga Jakarta tetap aman dan kondusif. Aspirasi masyarakat harus dihormati, tetapi ketertiban umum juga harus dijaga,” ujarnya.
Ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan tidak memperluas persoalan menjadi konflik antarkelompok.
“Jangan sampai masalah ini memecah masyarakat. Kita hormati agama, kita hormati hukum, dan kita hormati sesama warga negara,” tutur Haji Sarmilih.






