JAKARTA,PLUS62.CO — Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara tak boleh menghentikan agenda pembenahan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Bea Cukai Watch meminta pengawasan terhadap perdagangan ilegal, penyelundupan emas, pembenahan internal, dan potensi kebocoran penerimaan negara tetap berjalan.
Koordinator/Presidium Bea Cukai Watch (BCW) Jimmy Endey mengatakan pergantian menteri bukan alasan untuk mengendurkan pengawasan.
“Menterinya boleh berganti, tetapi masalahnya belum selesai. Jangan sampai pergantian Menteri Keuangan membuat pihak yang selama ini merasa tidak nyaman dengan pembenahan justru bernapas lega,” kata Jimmy di Jakarta, Rabu, 16 September 2026.
BCW menyoroti pernyataan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama bahwa tidak ada perubahan arahan dan prioritas penindakan di bawah Suahasil Nazara.
Jimmy meminta pernyataan tersebut dibuktikan melalui kinerja DJBC dalam beberapa bulan ke depan.
“Kalau dikatakan tidak ada yang berubah, BCW akan pegang pernyataan itu. Penindakan harus terus berjalan, pembenahan internal dilanjutkan, dan kebocoran penerimaan negara dikejar.”
Nasib Data 10 Besar
Salah satu pekerjaan yang diminta BCW dilanjutkan adalah penelusuran perdagangan emas ilegal dan dugaan rantai pasok emas dari pertambangan tanpa izin.
Sebelum meninggalkan Kementerian Keuangan, Purbaya mengungkap penggunaan analisis data LNSW untuk mendeteksi transaksi yang dinilai tidak wajar. Ia juga menyebut adanya “10 besar” potensi yang dapat didalami, termasuk melalui pemeriksaan perpajakan setelah identitas badan usaha tervalidasi.
“Sekarang Purbaya sudah pergi. Bagaimana nasib data 10 besar itu? Apakah pemeriksaannya tetap berjalan? Apakah DJP sudah menerima datanya? Jangan sampai isu besar dibuka kepada masyarakat lalu hilang bersamaan dengan pergantian pejabat,” ujar Jimmy.
Pertanyaan itu muncul ketika DJBC bersama aparat penegak hukum mengungkap rangkaian penyelundupan emas. Hingga 14 September 2026, aparat disebut telah mencegah sekitar 330 kilogram emas keluar dari Indonesia.
BCW menegaskan belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa data “10 besar” yang pernah disebut Purbaya berkaitan dengan jaringan penyelundupan emas tersebut.
Namun, menurut Jimmy, data itu tetap dapat diuji.
“Follow the gold, follow the money, follow the tax. Telusuri asal emas, aliran uang dan kewajiban perpajakannya.”
Perombakan DJBC
BCW juga mencermati rencana Suahasil Nazara mendalami perombakan di lingkungan DJBC yang sebelumnya dilakukan Purbaya.
Jimmy mengatakan evaluasi jabatan merupakan kewenangan Menteri Keuangan. Namun, ia meminta evaluasi didasarkan pada integritas, kompetensi dan rekam jejak.
“Kalau ada keputusan Purbaya yang perlu dikoreksi, silakan dievaluasi secara profesional. Tetapi jangan sampai yang dievaluasi justru semangat bersih-bersihnya.”
Menurut dia, pergantian menteri sekaligus menjadi ujian bagi DJBC.
“Sekarang tidak ada lagi alasan mengatakan penindakan dilakukan karena tekanan Purbaya. Kalau Bea Cukai memang sedang berubah, buktikan bahwa perubahan itu lahir dari institusinya sendiri.”
Ujian Kasus Emas
BCW mengapresiasi pernyataan Suahasil bahwa penindakan terhadap kegiatan ilegal akan terus diperkuat. Namun, Jimmy meminta komitmen tersebut diuji melalui perkara konkret, terutama penyelundupan emas.
Menurut dia, penyidikan semestinya tidak berhenti pada pembawa barang di bandara. Aparat perlu menelusuri pemasok, penyandang dana, pengendali, hingga penerima akhir.
“Ratusan kilogram emas tidak muncul begitu saja di bandara. Ada yang memperoleh, mengumpulkan, membiayai dan mengirimkannya. Negara harus menjawab rantai itu.”
Jimmy kembali meminta agar penelusuran terhadap “10 besar” potensi perdagangan emas tidak dihentikan.
“BCW tidak meminta nama perusahaan diumumkan sebelum ada dasar hukum dan verifikasi. Yang kami minta sederhana: pastikan penelusurannya tidak dihentikan.”
Ia mengatakan pergantian Menteri Keuangan harus dipahami sebagai kesinambungan pemerintahan, bukan pergantian arah penegakan hukum.
“Pesan BCW kepada jajaran Bea Cukai: jangan ada euforia. Jangan buru-buru bernapas lega. Menteri boleh berganti, tetapi penyelundupan, kebocoran penerimaan negara dan perdagangan ilegal tetap harus dibereskan.”
Jimmy mengatakan beberapa bulan ke depan akan menjadi ujian apakah agenda pembenahan telah menjadi sistem atau masih bergantung pada figur menteri.
“Kalau setelah Purbaya pergi penindakan semakin kuat, berarti Bea Cukai sedang membangun institusi. Tetapi kalau isu 10 besar emas menghilang, pengembangan jaringan 330 kilogram berhenti, dan pembenahan internal melemah, publik berhak bertanya apa yang berubah setelah Purbaya pergi.”
“BCW akan terus mengawasi itu,” kata Jimmy.






