JAKARTA,PLUS62.CO — Akses jalan di bawah Flyover Pesing yang mengarah ke Grogol kini ditutup menggunakan beton setelah sebelumnya ramai dikeluhkan masyarakat karena dinilai menjadi salah satu titik yang memicu kemacetan.
Selain persoalan akses jalan, keberadaan pak ogah yang mengatur kendaraan secara informal di sekitar lokasi juga menjadi sorotan. Alih-alih membantu kelancaran lalu lintas, pengaturan kendaraan yang tidak terkoordinasi dinilai dapat membuat arus semakin ruwet, terutama saat volume kendaraan meningkat.
“Kalau pengaturan lalu lintas dilakukan secara informal dan tidak terkoordinasi, bukannya lancar malah bisa menambah keruwetan. Apalagi di titik yang memang sudah padat,” ujar seorang pengguna jalan.
Menurutnya, penutupan akses tersebut perlu dibarengi dengan rekayasa lalu lintas yang jelas dan pengawasan di lapangan.
“Jangan hanya ditutup beton. Setelah itu harus dipastikan arus kendaraan benar-benar lebih lancar dan tidak muncul titik kemacetan baru, termasuk akibat pengaturan kendaraan oleh pak ogah,” katanya.
Masyarakat berharap Dishub dan aparat terkait melakukan evaluasi langsung terhadap kondisi lalu lintas di sekitar Pesing–Grogol, termasuk menertibkan aktivitas pengaturan kendaraan yang berpotensi mengganggu kelancaran arus.






