BATAM, PLUS62.CO — TNI Angkatan Laut bersama tim gabungan berhasil menggagalkan penyelundupan sekitar 2,6 ton methamphetamine atau sabu cair di perairan Kepulauan Riau.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi TNI AL bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, dan Polri dalam memperkuat pengawasan jalur laut yang kerap dimanfaatkan jaringan penyelundupan narkotika.
Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) IV Laksda TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla., menghadiri konferensi pers pengungkapan kasus tersebut di Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang, Batam, Jumat (21/8/2026).
Selain sekitar 2,6 ton sabu cair, petugas juga menemukan sekitar 1,57 juta batang rokok ilegal. Sebanyak 10 awak kapal berkewarganegaraan Myanmar turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.
Berkat mengapresiasi seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut. Menurut dia, keberhasilan pengungkapan itu membuktikan sinergi antarlembaga dalam menjaga wilayah perairan Kepulauan Riau.
“Pengungkapan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergitas dan kolaborasi antarlembaga dalam menjaga wilayah perairan Kepulauan Riau terus berjalan dengan baik,” ujar Berkat.
Ia menegaskan TNI AL, khususnya Kodaeral IV, akan terus memperkuat koordinasi dengan BNN, Bea Cukai, Polri, dan instansi terkait dalam memberantas peredaran serta penyelundupan narkotika melalui jalur laut.
Menurut Berkat, luasnya wilayah perairan Kepri dan posisinya yang berada di jalur pelayaran internasional menjadi tantangan dalam pengawasan.
“Sinergitas, koordinasi, pertukaran informasi, dan kerja sama antarinstansi menjadi sangat penting untuk mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan,” tegasnya.
TNI AL menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan laut untuk mencegah Kepulauan Riau dimanfaatkan sebagai jalur masuk narkotika ke Indonesia.






