Warga River Valley Gelar Doa Bersama dan Galang Dana untuk Tiga Pengurus RT yang Ditahan Polsek Cijeruk

Warga River Valley Gelar Doa Bersama dan Galang Dana untuk Tiga Pengurus RT yang Ditahan Polsek Cijeruk

- Jurnalis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR,plus62.coWarga Perumahan River Valley, Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, menggelar doa bersama dan penggalangan dana untuk tiga pengurus lingkungan mereka yang saat ini ditahan di Polsek Cijeruk.

Ketiga warga yang ditahan masing-masing berinisial H, EP, dan TM. Mereka sebelumnya dipanggil sebagai saksi dalam laporan dugaan perusakan, namun kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak Jumat (17/10/2025).

Kegiatan doa bersama dilaksanakan pada Minggu malam (19/10/2025) di lingkungan perumahan River Valley. Dalam kegiatan tersebut, warga juga mengumpulkan bantuan berupa uang tunai dan sembako untuk membantu keluarga ketiga pengurus yang ditahan.


Menurut Ade Nugraha, salah satu warga, kegiatan ini lahir dari rasa solidaritas dan kepedulian terhadap pengurus RT yang selama ini aktif melayani warga.

“Kami hanya ingin memberikan dukungan moral dan kemanusiaan. Salah satu yang ditahan bahkan sudah berusia 70 tahun. Karena sudah ada penasihat hukum, kami tidak bisa membahas materi perkara, tapi kami berharap proses hukum berjalan adil dan transparan,” ujar Ade.


Baca Juga :  Perkampungan Kapuk Terendam Banjir Usai Hujan Deras Mengguyur Jakarta


Dugaan Kriminalisasi terhadap Pengurus RT



Penasihat hukum warga River Valley, Cristiawan, menyampaikan bahwa ketiga pengurus RT tersebut ditahan atas tuduhan perusakan, setelah adanya laporan dari salah satu warga. Namun, menurutnya, penahanan tersebut tidak semestinya dilakukan karena perkara ini tergolong ringan dan tidak memenuhi unsur pidana yang serius.

“Para pengurus bertindak sesuai aturan dalam AD/ART lingkungan. Dalam Pasal 26 disebutkan bahwa warga yang menunggak iuran dua bulan berturut-turut dapat dikenai sanksi pemutusan sementara aliran air,” jelas Cristiawan.

Ia menambahkan, tindakan tersebut sah karena instalasi air merupakan aset milik pengurus yang sebelumnya diserahkan secara resmi oleh pihak pengembang.

“Nilai kerugian yang dilaporkan awalnya sekitar Rp2,5 juta, seharusnya masuk kategori tindak pidana ringan. Anehnya, nilai itu kemudian dinaikkan menjadi Rp2,8 juta agar bisa dikategorikan sebagai perkara biasa,” ungkap Cristiawan.

Baca Juga :  Ketua Dewan Penasehat KAI Usulkan Reformasi Hak Veto DK PPB Kepada Presiden Prabowo


Pihaknya menilai, pasal yang dikenakan, yaitu Pasal 170 junto Pasal 406 KUHP junto Pasal 55 KUHP, tidak relevan dengan peristiwa yang terjadi.

“Ini bukan pengeroyokan, bukan perusakan orang, melainkan sengketa administratif lingkungan. Seharusnya masuk Pasal 407 KUHP tentang perusakan ringan. Kami menduga ada upaya kriminalisasi terhadap pengurus RT,” tegasnya.


Langkah Hukum Lanjutan


Tim kuasa hukum warga River Valley berencana mengajukan permohonan perlindungan hukum ke Mabes Polri, sekaligus meminta penilaian ahli terkait besaran nilai kerugian. Selain itu, mereka tidak menutup kemungkinan menempuh langkah hukum terhadap pelapor atau penyidik jika ditemukan indikasi pemalsuan keterangan.

“Kami akan kawal kasus ini hingga tuntas. Kami ingin keadilan bagi tiga pengurus RT yang ditahan, terutama karena salah satunya sudah lanjut usia,” ujar Cristiawan.


Tanggapan Kepolisian


Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Cijeruk AKP Faruk Maramis membenarkan bahwa ketiga warga Desa Palasari tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan perusakan.

“Memang benar, dua warga Desa Palasari, salah satunya ketua RT, kini dalam penahanan penyidik untuk melengkapi berkas. Insha Allah pekan depan akan kami limpahkan ke kejaksaan,” ujarnya saat dihubungi pakar.

Menurut Faruk, perkara tersebut bukan kasus baru. Sejak 2023 sudah banyak aduan warga yang masuk ke Polda Jawa Barat.

“Masalah ini sudah lama, bahkan dumasnya sudah masuk ke Polda Jabar. Bukti kuat saat gelar perkara di Polres dan Polda. Karena itu kami lakukan penahanan,” tegasnya.

Baca Juga :  Pengendara Motor Tanpa Helm Nekat Masuk Tol Jagorawi, Aksinya Viral di Media Sosial


Terkait permohonan penangguhan penahanan, pihaknya telah menerima surat resmi dari kuasa hukum tersangka, namun belum dapat mengabulkan permintaan tersebut.

“Surat sudah kami terima, tapi kami tidak mau ambil risiko. Kami khawatir tersangka tidak hadir saat tahap dua,” jelasnya.***

Berita Terkait

Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri dan Polda Sumut, Kerahkan Anjing Pelacak K-9 Cari Korban Bencana di Tapanuli Tengah
Presiden Prabowo Terima Sekjen MWL, Bahas Perdamaian Global dan Kerja Sama Pelayanan Haji
Prabowo Perintahkan Pemulihan Layanan Energi di Aceh dan Sumatera Dipercepat
Pencarian Korban Longsor Taput Diperkuat Anjing Pelacak K9 Polda Sumut
Bantuan Logistik Korban Banjir Sumatera Barat Dikirim via Pesawat Batik Air dari Cengkareng
Pesawat CN 295/P-4501 Kirim Bantuan Logistik dan Tim SAR ke Wilayah Bencana Aceh dan Sumatera Barat
Uus Kuswanto Resmi Dilantik sebagai Sekda DKI Jakarta
IGN Agung Krisna Dharma Putra Pemimpin Muda Berprestasi yang Menginspirasi Generasinya

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 09:07 WIB

Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri dan Polda Sumut, Kerahkan Anjing Pelacak K-9 Cari Korban Bencana di Tapanuli Tengah

Jumat, 5 Desember 2025 - 11:51 WIB

Presiden Prabowo Terima Sekjen MWL, Bahas Perdamaian Global dan Kerja Sama Pelayanan Haji

Jumat, 5 Desember 2025 - 11:38 WIB

Prabowo Perintahkan Pemulihan Layanan Energi di Aceh dan Sumatera Dipercepat

Selasa, 2 Desember 2025 - 23:29 WIB

Pencarian Korban Longsor Taput Diperkuat Anjing Pelacak K9 Polda Sumut

Selasa, 2 Desember 2025 - 07:52 WIB

Bantuan Logistik Korban Banjir Sumatera Barat Dikirim via Pesawat Batik Air dari Cengkareng

Berita Terbaru

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di sidang kabinet paripurna di istana negara (Foto:istw)

Megapolitan

Menteri ESDM Bahlil: 50 Desa di Sumut Belum Berlistrik

Senin, 15 Des 2025 - 19:54 WIB

Megapolitan

Kapolda: Integritas Jurnalis Benteng Lawan Hoaks

Senin, 15 Des 2025 - 12:39 WIB