JAKARTA,plus62.co – Usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (15/9/2025), Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk membahas percepatan transisi energi.
Pemerintah berencana membangun pembangkit tenaga surya (solar panel) dengan kapasitas masif, menargetkan 80 hingga 100 gigawatt (GW). Rencana dimulai dengan proyek percontohan berkapasitas 1 hingga 1,5 GW per desa.
Mengingat kapasitas industri dalam negeri hanya 5 GW per tahun, pemerintah membuka peluang bagi investor asing untuk berinvestasi dan berkolaborasi dengan pengusaha nasional dan BUMN, termasuk PLN.
Selain energi, pertemuan juga membahas negosiasi dengan Freeport. Awalnya disepakati penambahan saham pemerintah sebesar 10%, namun negosiasi terbaru berpotensi menghasilkan peningkatan nilai tambah saham yang lebih besar. Menteri Bahlil ditugaskan untuk mempercepat komunikasi untuk segera memfinalisasi kesepakatan.
(Rdw)






