Pemimpin Harus Beri Sinyal Saat Krisis - Plus62.co

Pemimpin Harus Beri Sinyal Saat Krisis

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuliah Umum Dahlan Iskan di Universitas Paramadina

JAKARTA, — menegaskan pentingnya kepemimpinan yang tegas dan peka dalam menghadapi krisis. Menurutnya, pemimpin harus mampu memberi sinyal jelas kepada seluruh organisasi saat kondisi sedang tidak normal.

“Kalau karyawan tidak paham sedang krisis, pemimpin yang harus memberi sinyal. Caranya dengan efisiensi, memangkas divisi yang tidak perlu,” ujar Dahlan dalam seminar “Manajemen Krisis Perusahaan di Tengah Ketidakpastian Global” di , Selasa (5/5).

Baca Juga :  Menhan Sjafrie Tanggapi Ancaman TPNPB-OPM soal Pengibaran Merah Putih: “Mendingan Jadi Satu Keluarga Besar”

Ia mencontohkan pengalamannya saat krisis 1998. Kala itu, ia meminta karyawan menahan pengeluaran, bahkan untuk kebutuhan yang dianggap tidak mendesak.

Dahlan juga menyoroti pentingnya kendali penuh dalam kepemimpinan. Saat ditunjuk Presiden menjadi Dirut , ia mengajukan syarat agar dapat menentukan sendiri jajaran direksi.

“Saya tidak mau ada direktur titipan. Satu komando itu penting,” katanya.

Baca Juga :  Usai Penangkapan Aksi ODOL, Aliansi Sopir Truk Ancam Mogok Nasional dan Temui Presiden

Menurut Dahlan, krisis akan semakin parah jika organisasi berjalan seperti biasa tanpa kesadaran situasi darurat. Kepekaan pemimpin, kata dia, tidak hanya penting di perusahaan, tetapi juga dalam konteks negara.

Rektor Paramadina, , menilai pengalaman Dahlan sebagai pelaku bisnis dan birokrat menjadi bahan pembelajaran penting dalam studi manajemen.

“Transformasi di PLN bisa dikaji secara akademik dan memperkaya keilmuan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemberhentian Sepihak Tjandrawati Selaku Bendahara RW 016 Kalideres Cacat Hukum

Ia menambahkan, Indonesia perlu mengejar ketertinggalan melalui peningkatan kualitas pendidikan, termasuk memperbanyak jumlah doktor untuk mendorong inovasi dan daya saing.

Ketua Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Paramadina, , menyebut kehadiran tokoh praktisi memberi nilai tambah bagi civitas akademika.

“IImu manajemen pada akhirnya diuji di dunia nyata, baik bisnis maupun pemerintahan,” katanya.

Narahubung:
Achmad Syahid
HP: 0812-1005-5509

Berita Terkait

Siwo Jaya Sediakan Hadiah Rp15 Juta pada Turnamen Biliar Antarwartawan dan Umum
Aylawati Sarwono dan Gary Pontillas Gatchalian Juara Asian Tango Championship 2026 di Tokyo
Transformasi KLASICK: Merajut Silaturahmi Menguatkan Visi
Arifin Minta Lurah Data Rumah Tangga Pemilah Sampah, Sanksi Dibahas Bersama Warga
Munjirin Dorong Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan UMKM
Arifin Sulap Jalan Sabang Jadi Ikon Wisata Kuliner Malam Jakarta
Wali Kota Jakarta Pusat Tinjau Pengungsian Korban Kebakaran Tanah Tinggi
Jesicca Firly Resmi Disumpah sebagai Advokat, Rurih: Tegakkan Hukum dengan Integritas
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:58 WIB

Siwo Jaya Sediakan Hadiah Rp15 Juta pada Turnamen Biliar Antarwartawan dan Umum

Senin, 15 Juni 2026 - 10:58 WIB

Aylawati Sarwono dan Gary Pontillas Gatchalian Juara Asian Tango Championship 2026 di Tokyo

Senin, 15 Juni 2026 - 10:45 WIB

Transformasi KLASICK: Merajut Silaturahmi Menguatkan Visi

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:00 WIB

Munjirin Dorong Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan UMKM

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:41 WIB

Arifin Sulap Jalan Sabang Jadi Ikon Wisata Kuliner Malam Jakarta

Berita Terbaru

Megapolitan

Transformasi KLASICK: Merajut Silaturahmi Menguatkan Visi

Senin, 15 Jun 2026 - 10:45 WIB