GOR Kemayoran Roboh, PWI Jakpus Minta Kontraktor dan Pengawas Diaudit - Plus62.co

GOR Kemayoran Roboh, PWI Jakpus Minta Kontraktor dan Pengawas Diaudit

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Robohnya bangunan Gelanggang Olahraga (GOR) Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Jumat (23/1) malam, kembali menyorot persoalan klasik proyek bangunan publik: mutu konstruksi dan lemahnya pengawasan.
Bangunan milik pemerintah daerah itu ambruk sekitar pukul 21.19 WIB. Saat kejadian, hujan ringan disertai angin kencang melanda kawasan Jakarta Pusat. Atap dan sebagian dinding gedung runtuh mendadak.Runtuhan menimpa area parkir dan merusak sedikitnya 11 sepeda motor milik warga. Kerugian material ditaksir mencapai Rp500 juta.

Baca Juga :  Ketua Umum PWI Pusat Umumkan Susunan Pengurus Masa Bakti 2025–2030


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebut cuaca ekstrem sebagai faktor dominan. Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan hujan dan angin kencang terjadi saat insiden berlangsung.


Namun, penjelasan tersebut dinilai belum menjawab pertanyaan publik. Tidak ada gempa bumi atau bencana besar lain yang lazim menyebabkan runtuhnya bangunan olahraga permanen.


Peristiwa ini memunculkan dugaan kegagalan struktur. Mulai dari kualitas material, metode pengerjaan, hingga pengawasan teknis selama pembangunan.

Baca Juga :  Pemprov DKI Akan Bangun Patung Baru MH Thamrin, Pindahkan yang Lama ke Balai Kota


Kritik keras datang dari Ketua Pokja Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jakarta Pusat, Helmi AR. Ia menilai robohnya GOR Kemayoran mencerminkan proyek yang mengabaikan standar keselamatan.
“Bangunan publik tidak boleh runtuh hanya karena hujan dan angin. Ini mengindikasikan pekerjaan yang tidak profesional,” kata Helmi, Sabtu (24/1).


Menurut dia, kontraktor dan pengawas proyek harus diperiksa secara menyeluruh. Ia menegaskan, faktor penyebab runtuhnya tembok bisa berasal dari kesalahan konstruksi, beban berlebih, hingga minimnya perawatan.

Baca Juga :  Rumah Makan Kerap Buang SAMPAH Ke kali Cengkareng Drain


“Kalau gedung baru dibangun, pengawasan harus ketat. Pondasi, kualitas bahan, dan desain struktur wajib sesuai standar keselamatan,” ujarnya.


Pasca-kejadian, polisi memasang garis pembatas dan menutup akses jalan di sekitar lokasi untuk mencegah risiko runtuhan lanjutan.


Petugas gabungan dari BPBD, pemadam kebakaran, Satpol PP, PPSU, pengelola GOR, unsur kelurahan, hingga Polsek Kemayoran dikerahkan untuk sterilisasi lokasi dan pembersihan puing.

Berita Terkait

The Virgin Siap Guncang Panggung LokaryaFest 2026 di GBK
PWI Jaya Buka Pendaftaran Ulang Keanggotaan, Ditutup 31 Desember 2026
599 Kasus HIV Baru Gegerkan Kota Bogor, DPRD Minta Langkah Darurat Pencegahan
Tiga Warga Sipil Meninggal dalam Insiden Kekerasan di Yahukimo, Aparat Lakukan Penyelidikan
Tokoh Muda Tanah Abang Apresiasi Kinerja Arifin, Minta Kritik Disampaikan Secara Objektif
Di Balik Sukses Ekspedisi Cicatih Elpala, Tim Pendukung Jadi Penentu Keberhasilan
PWI Pusat: Kritik Boleh, Namun Martabat Wartawan Tetap Harus Dijaga
Rumah Pena Nusantara Foundation Ajak Insan Pers Bijak Bermedia Sosial di Era AI

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:49 WIB

The Virgin Siap Guncang Panggung LokaryaFest 2026 di GBK

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:03 WIB

PWI Jaya Buka Pendaftaran Ulang Keanggotaan, Ditutup 31 Desember 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:40 WIB

599 Kasus HIV Baru Gegerkan Kota Bogor, DPRD Minta Langkah Darurat Pencegahan

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:06 WIB

Tiga Warga Sipil Meninggal dalam Insiden Kekerasan di Yahukimo, Aparat Lakukan Penyelidikan

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:41 WIB

Tokoh Muda Tanah Abang Apresiasi Kinerja Arifin, Minta Kritik Disampaikan Secara Objektif

Berita Terbaru

Megapolitan

The Virgin Siap Guncang Panggung LokaryaFest 2026 di GBK

Sabtu, 25 Jul 2026 - 08:49 WIB