SUKABUMI, PLUS62.CO– Keberhasilan Ekspedisi Cicatih Elpala 2026 bukan hanya ditentukan oleh tim yang menjelajahi hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan mengarungi Sungai Cicatih hingga Pelabuhan Ratu. Di balik perjalanan itu, terdapat tim pendukung yang bekerja tanpa sorotan demi memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar.
Operasional base camp dikendalikan Raihana Hayatunufus, Syahira Putria Adantie, dan Akmal Kurniawan. Mereka bertanggung jawab mengoordinasikan logistik, komunikasi, administrasi, serta kebutuhan operasional selama ekspedisi. Dukungan juga datang dari tim Rumah Elpala yang terdiri atas Wina Maria, Mohammad Farish, Surya Pagi Asa, Hendrata Yudha, Susan Indahwati, Hizkia Mandagie, Onaria Fransisca, dan Tomi Budiarto.
Sejak hari pertama di Cimelati pada 4 Juli 2026, tim base camp telah bekerja menyiapkan posko, mendistribusikan logistik, hingga membangun komunikasi dengan masyarakat sekitar. Menurut Raihana, pendekatan kepada warga menjadi bagian penting agar seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik.
Memasuki hari-hari berikutnya, aktivitas tim pendukung semakin padat. Mereka terus memantau pergerakan peserta melalui radio komunikasi, memperbarui informasi lapangan, hingga memastikan kebutuhan tim yang berada di jalur pendakian maupun pengarungan sungai tetap terpenuhi.
Koordinasi semakin intensif ketika ekspedisi memasuki etape pengarungan Sungai Cicatih pada 9–10 Juli 2026. Saat peserta menempuh perjalanan hampir 30 kilometer menggunakan perahu karet, tim pendukung lebih dahulu menyiapkan titik singgah, logistik, serta makanan hangat untuk menyambut seluruh peserta.
“Rasa lelah seolah terbayar ketika melihat seluruh tim tiba dengan selamat. Malam itu kami menikmati hidangan laut yang disiapkan tim logistik. Sederhana, tetapi menjadi momen kebersamaan yang tidak akan terlupakan,” ujar Raihana.
Ekspedisi Cicatih Elpala 2026 ditutup pada 11 Juli dengan seluruh peserta kembali dalam keadaan selamat. Bagi Raihana, perjalanan tersebut bukan sekadar petualangan alam, melainkan pelajaran tentang kepercayaan, kerja sama, pengorbanan, dan persaudaraan.
“Di hari terakhir kami tidak pulang dengan tangan kosong. Kami pulang membawa sukacita yang kami ciptakan bersama dalam setiap langkah perjalanan. Di balik setiap keberhasilan ekspedisi, selalu ada tim yang bekerja tanpa ingin dikenal. Dan justru di sanalah makna persaudaraan itu benar-benar terasa,” tuturnya.
Kisah tim pendukung Ekspedisi Cicatih Elpala menjadi bukti bahwa keberhasilan sebuah ekspedisi lahir dari kolaborasi seluruh elemen. Mereka mungkin tidak banyak tampil di depan kamera, namun dedikasi dan kerja keras mereka menjadi fondasi utama yang mengantarkan seluruh perjalanan berakhir dengan sukses.






