Amerika, Iran, dan Bayang-Bayang Nuklir - Plus62.co

Amerika, Iran, dan Bayang-Bayang Nuklir

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OPINI – Ketegangan antara dan kembali memanas. Retorika keras, pergerakan militer, hingga serangan terbatas membuat dunia menahan napas. Banyak yang bertanya: jika konflik ini benar-benar meledak menjadi perang besar, apakah Amerika akan mengulang sejarah dengan menggunakan senjata nuklir?

Pertanyaan itu membawa ingatan dunia pada akhir . Pada Agustus 1945, Amerika menjatuhkan bom atom di dan , dua kota di . Ledakan dahsyat itu memaksa Jepang menyerah dan perang pun berakhir. Sejak saat itu, nuklir menjadi simbol kekuatan paling mengerikan yang pernah diciptakan manusia.

Baca Juga :  Andai Nuklir Menghantam Iran: Dunia Tak Lagi Sama

Namun dunia hari ini berbeda dengan tahun 1945.

Dalam konflik modern, penggunaan nuklir bukan lagi sekadar soal memenangkan perang. Risiko yang muncul jauh lebih besar. Jika senjata itu digunakan, dampaknya bukan hanya menghancurkan satu negara, tetapi bisa memicu eskalasi global. Negara-negara besar seperti dan berpotensi ikut terseret dalam pusaran konflik yang lebih luas.

Karena itu, strategi militer Amerika terhadap Iran cenderung bergerak di jalur yang lebih “terukur”. Alih-alih menggunakan nuklir, tekanan dilakukan melalui serangan militer konvensional, operasi intelijen, serta sanksi ekonomi yang bertujuan melemahkan kemampuan militer dan ekonomi Iran.

Baca Juga :  Pemerintah Siagakan Hotline Darurat bagi WNI di Timur Tengah Terdampak Konflik

Di sisi lain, Iran bukan lawan yang bisa dianggap remeh. Negara itu memiliki jaringan pengaruh militer di Timur Tengah serta posisi geografis yang strategis di kawasan Teluk. Setiap konflik terbuka berpotensi mengguncang stabilitas kawasan, bahkan memengaruhi ekonomi global, terutama terkait pasokan energi.

Baca Juga :  AS Bantah Klaim Iran Soal Serangan Rudal ke USS Abraham Lincoln

Itulah sebabnya, hingga kini senjata nuklir lebih sering menjadi alat penangkal daripada benar-benar digunakan. Keberadaannya seperti bayang-bayang yang menakutkan—cukup untuk membuat musuh berpikir dua kali sebelum melangkah lebih jauh.

Di tengah ketegangan yang terus meningkat, dunia berharap sejarah kelam di Hiroshima dan Nagasaki tidak pernah terulang lagi. Sebab jika nuklir kembali digunakan, yang dipertaruhkan bukan hanya kemenangan sebuah negara, melainkan masa depan umat manusia.

Berita Terkait

Negara Harus Hadir, Pembajakan Honour 25 Uji Ketegasan Internasional
Beatrice Gobang Bawa Tembang Indonesia ke New York
Profesi Bergaji Fantastis Rp5 Miliar, Tapi Setiap Detiknya Menghadapi Kematian
Pernyataan Jurnalis Alon Mizrahi Soroti Ketegangan AS–Iran
Di Balik Serangan ke Iran, Trump Hadapi Ujian Berat di Dalam Negeri
Di Bawah Tekanan Sanksi, Iran Disebut Manfaatkan Kripto untuk Bertahan
Andai Nuklir Menghantam Iran: Dunia Tak Lagi Sama
Situasi Keamanan Bahrain Dalam Pemantauan Usai Ketegangan Iran–AS

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:13 WIB

Negara Harus Hadir, Pembajakan Honour 25 Uji Ketegasan Internasional

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:19 WIB

Beatrice Gobang Bawa Tembang Indonesia ke New York

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:58 WIB

Profesi Bergaji Fantastis Rp5 Miliar, Tapi Setiap Detiknya Menghadapi Kematian

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:00 WIB

Pernyataan Jurnalis Alon Mizrahi Soroti Ketegangan AS–Iran

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:14 WIB

Amerika, Iran, dan Bayang-Bayang Nuklir

Berita Terbaru

Megapolitan

Munjirin Dorong Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan UMKM

Jumat, 5 Jun 2026 - 21:00 WIB

Megapolitan

Arifin Sulap Jalan Sabang Jadi Ikon Wisata Kuliner Malam Jakarta

Jumat, 5 Jun 2026 - 19:41 WIB