Di Bawah Tekanan Sanksi, Iran Disebut Manfaatkan Kripto untuk Bertahan - Plus62.co

Di Bawah Tekanan Sanksi, Iran Disebut Manfaatkan Kripto untuk Bertahan

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Sanksi ekonomi selama bertahun-tahun membuat akses ke sistem keuangan global semakin sempit. Transaksi berbasis dolar diawasi ketat, sementara jaringan perbankan internasional sebagian besar menutup pintu bagi negara tersebut.

Namun di tengah tekanan itu, muncul fenomena yang menarik perhatian para analis geopolitik: meningkatnya aktivitas mata uang kripto di Iran.

Sejumlah laporan internasional menyebutkan bahwa Iran sejak beberapa tahun terakhir membuka ruang bagi aktivitas penambangan aset digital seperti . Pemerintah bahkan pernah memberikan izin terbatas bagi perusahaan yang ingin menjalankan operasi tambang kripto dengan memanfaatkan sumber energi domestik.

Baca Juga :  Pernyataan Jurnalis Alon Mizrahi Soroti Ketegangan AS–Iran

Langkah tersebut dinilai bukan sekadar kebijakan ekonomi biasa. Bagi sebagian pengamat, kripto memberikan peluang bagi Iran untuk memperoleh aset digital yang dapat digunakan di luar sistem keuangan konvensional.

Dalam sistem kripto, transaksi dapat dilakukan tanpa melalui bank internasional maupun jaringan pembayaran global yang selama ini berada di bawah pengaruh negara Barat, termasuk . Kondisi inilah yang membuat teknologi tersebut dianggap berpotensi membuka jalur alternatif bagi negara yang berada di bawah sanksi.

Baca Juga :  Model dan Influencer Cantik Tewas Ditembak Saat Live TikTok

Beberapa laporan juga menyebutkan bahwa Iran sempat mengizinkan penggunaan kripto dalam transaksi perdagangan luar negeri, termasuk untuk pembayaran impor barang tertentu. Kebijakan itu diyakini menjadi salah satu cara untuk menjaga aktivitas perdagangan tetap berjalan di tengah pembatasan akses terhadap dolar.

Meski demikian, para analis menekankan bahwa penggunaan kripto oleh Iran masih menjadi bagian dari dinamika ekonomi yang kompleks. Hingga kini belum ada konfirmasi resmi bahwa aset digital digunakan secara langsung untuk membiayai aktivitas militer negara.

Baca Juga :  Di Balik Serangan ke Iran, Trump Hadapi Ujian Berat di Dalam Negeri

Fenomena ini justru membuka diskusi yang lebih luas tentang efektivitas sanksi ekonomi di era teknologi finansial. Perkembangan mata uang digital dinilai mulai menghadirkan tantangan baru bagi sistem keuangan global yang selama ini sangat bergantung pada dominasi dolar.

Bagi sebagian pengamat geopolitik, situasi tersebut menjadi sinyal bahwa persaingan antarnegara kini tidak hanya terjadi di medan diplomasi atau militer, tetapi juga di ranah teknologi finansial yang terus berkembang.

Berita Terkait

Beatrice Gobang Bawa Tembang Indonesia ke New York
Profesi Bergaji Fantastis Rp5 Miliar, Tapi Setiap Detiknya Menghadapi Kematian
Pernyataan Jurnalis Alon Mizrahi Soroti Ketegangan AS–Iran
Amerika, Iran, dan Bayang-Bayang Nuklir
Di Balik Serangan ke Iran, Trump Hadapi Ujian Berat di Dalam Negeri
Andai Nuklir Menghantam Iran: Dunia Tak Lagi Sama
Situasi Keamanan Bahrain Dalam Pemantauan Usai Ketegangan Iran–AS
Kuwait Tembak Jatuh Tiga Jet F-15 AS, Insiden Disebut Salah Sasaran

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:19 WIB

Beatrice Gobang Bawa Tembang Indonesia ke New York

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:58 WIB

Profesi Bergaji Fantastis Rp5 Miliar, Tapi Setiap Detiknya Menghadapi Kematian

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:00 WIB

Pernyataan Jurnalis Alon Mizrahi Soroti Ketegangan AS–Iran

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:14 WIB

Amerika, Iran, dan Bayang-Bayang Nuklir

Sabtu, 7 Maret 2026 - 12:40 WIB

Di Balik Serangan ke Iran, Trump Hadapi Ujian Berat di Dalam Negeri

Berita Terbaru

Megapolitan

Kisruh di Rusun Pesakih, Warga Desak Ketua RT Dicopot

Senin, 20 Apr 2026 - 16:51 WIB

Megapolitan

Hadiri Halalbihalal FK Ulum, Wali Kota Ajak Jaga Kondusivitas

Senin, 20 Apr 2026 - 10:03 WIB

Megapolitan

Zulmansyah Sekedang Wafat, Insan Pers Kehilangan Sosok Pemersatu

Minggu, 19 Apr 2026 - 21:38 WIB