Di Balik Serangan ke Iran, Trump Hadapi Ujian Berat di Dalam Negeri - Plus62.co

Di Balik Serangan ke Iran, Trump Hadapi Ujian Berat di Dalam Negeri

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Ketika keputusan militer di Timur Tengah diambil, dampaknya tak hanya terasa di medan perang. Di Washington, riaknya juga mulai terasa di ruang politik dan ekonomi domestik Amerika.

Presiden Donald Trump kini menghadapi situasi yang tidak sederhana setelah konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran memanas sejak akhir Februari 2026.

Serangan militer yang diluncurkan bersama Israel terhadap target di Iran memicu rangkaian balasan dan meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Konflik tersebut segera menimbulkan efek domino terhadap ekonomi global, terutama pada sektor energi.

Baca Juga :  Dua Tahun Perang di Gaza, Israel dan Hamas Sepakati Gencatan Senjata

Harga minyak dunia langsung melonjak karena kekhawatiran gangguan pasokan dari kawasan Teluk, terutama jalur vital Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Lonjakan harga energi ini kemudian ikut mengguncang pasar keuangan Amerika.

Di Wall Street, indeks saham sempat tergelincir karena investor khawatir perang bisa berlangsung lama dan memicu gejolak ekonomi global.

Di sisi lain, kondisi ekonomi domestik Amerika juga sedang tidak sepenuhnya stabil. Laporan ketenagakerjaan terbaru menunjukkan pasar kerja kehilangan sekitar 92 ribu pekerjaan pada Februari 2026, dengan tingkat pengangguran naik menjadi 4,4 persen.

Baca Juga :  Profesi Bergaji Fantastis Rp5 Miliar, Tapi Setiap Detiknya Menghadapi Kematian

Situasi ini membuat konflik dengan Iran menjadi isu sensitif di dalam negeri. Para ekonom memperingatkan bahwa jika perang berlangsung lama dan harga energi terus naik, dampaknya bisa terasa langsung pada inflasi, biaya hidup, hingga kepercayaan dunia usaha.

Bagi Trump, perang ini bukan hanya soal strategi militer. Ia juga menghadapi tekanan politik dari dalam negeri yang menuntut stabilitas ekonomi di tengah kenaikan harga bahan bakar dan ketidakpastian pasar.

Baca Juga :  AS–Israel Serang Iran, Konflik Timur Tengah Memasuki Fase Perang Terbuka

Sebagian analis menilai konflik ini menjadi ujian besar bagi pemerintahan Trump: apakah operasi militer dapat cepat diselesaikan, atau justru berubah menjadi konflik berkepanjangan yang menguras anggaran dan memicu gejolak ekonomi.

Di tengah situasi itu, Amerika kembali dihadapkan pada dilema klasik sebuah negara adidaya: menjaga kepentingan geopolitik di luar negeri, sambil tetap memastikan stabilitas ekonomi dan politik di dalam negeri.

Berita Terkait

Negara Harus Hadir, Pembajakan Honour 25 Uji Ketegasan Internasional
Beatrice Gobang Bawa Tembang Indonesia ke New York
Profesi Bergaji Fantastis Rp5 Miliar, Tapi Setiap Detiknya Menghadapi Kematian
Pernyataan Jurnalis Alon Mizrahi Soroti Ketegangan AS–Iran
Amerika, Iran, dan Bayang-Bayang Nuklir
Di Bawah Tekanan Sanksi, Iran Disebut Manfaatkan Kripto untuk Bertahan
Andai Nuklir Menghantam Iran: Dunia Tak Lagi Sama
Situasi Keamanan Bahrain Dalam Pemantauan Usai Ketegangan Iran–AS

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:13 WIB

Negara Harus Hadir, Pembajakan Honour 25 Uji Ketegasan Internasional

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:19 WIB

Beatrice Gobang Bawa Tembang Indonesia ke New York

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:58 WIB

Profesi Bergaji Fantastis Rp5 Miliar, Tapi Setiap Detiknya Menghadapi Kematian

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:00 WIB

Pernyataan Jurnalis Alon Mizrahi Soroti Ketegangan AS–Iran

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:14 WIB

Amerika, Iran, dan Bayang-Bayang Nuklir

Berita Terbaru

Megapolitan

Munjirin Dorong Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan UMKM

Jumat, 5 Jun 2026 - 21:00 WIB

Megapolitan

Arifin Sulap Jalan Sabang Jadi Ikon Wisata Kuliner Malam Jakarta

Jumat, 5 Jun 2026 - 19:41 WIB