52 Sertifikat Bojonggede, Jangan Berhenti pada Oknum - Plus62.co

52 Sertifikat Bojonggede, Jangan Berhenti pada Oknum

- Jurnalis

Jumat, 11 September 2026 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OPINI, PLUS62.CO — Penggeledahan kantor pertanahan oleh Polda Metro Jaya terkait dugaan mafia tanah dalam program PTSL 2019 di Bojonggede, Kabupaten Bogor, membuka persoalan yang patut didalami.

Polisi kini memeriksa puluhan saksi dan mendalami 52 sertifikat. Sejumlah produk PTSL juga disebut bermasalah dan telah dibatalkan.

Namun ada pertanyaan yang lebih penting.

Bagaimana dokumen yang diduga bermasalah bisa melewati proses administrasi hingga akhirnya menjadi sertifikat?

Baca Juga :  Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tutup Sementara Aktivitas Tambang Parung Panjang Demi Masyarakat Luas

Pertanyaan ini perlu dijawab secara terbuka.

Siapa yang mengajukan? Siapa yang menyiapkan dokumen? Siapa yang memeriksa dan memverifikasi? Dan yang paling penting, siapa yang akhirnya menikmati keuntungan dari proses tersebut?

Jangan sampai perkara berhenti pada orang yang berada di lapangan.

Kalau ada oknum yang terlibat, tentu harus diproses. Tetapi kalau penyidikan menemukan pola yang lebih luas, seluruh rantainya juga harus dibuka.

Baca Juga :  Spanduk Larangan Berdagang di Jalan Tanggul Timur RW 10 Kapuk Dipasang

Di sisi lain, dugaan keterlibatan oknum tidak boleh langsung digeneralisasi sebagai keterlibatan institusi BPN. Semua harus dibuktikan berdasarkan fakta dan dokumen.

PTSL dibuat untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. Karena itu, ketika muncul dugaan sertifikat bermasalah, yang harus dijaga bukan hanya proses hukumnya, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap sistem pertanahan.

Angka 52 sertifikat seharusnya menjadi pintu masuk.

Baca Juga :  Kanwil BPN DKI Jakarta Luncurkan Aplikasi Pengukuran Terjadwal

Aparat perlu memastikan apakah kasus ini hanya berdiri sendiri atau ada pola serupa pada produk PTSL lainnya.

Sebab persoalan mafia tanah bukan hanya soal sertifikat.

Yang lebih penting adalah siapa yang menguasai tanah, bagaimana prosesnya bisa terjadi, dan siapa yang menikmati hasilnya.

Publik menunggu jawaban yang terang. Bukan sekadar sertifikat dibatalkan, tetapi rantai permainan di belakangnya benar-benar dibongkar.

Berita Terkait

Rumah Pena Foundation Edukasi Siswa SMA 33 Jakarta soal Hoaks dan Bahaya Bermedia Sosial
Arifin Resmikan Bedah Rumah untuk Empat Keluarga di Mangga Dua Selatan
Wali Kota Buka Safari Kerukunan FKUB di Gereja Santo Paskalis
100 Personel Gabungan Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Pasar Senen
Sidang Paripurna HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, Sejumlah Wartawan Mengaku Tak Bisa Masuk
Ribuan Obat Sitaan Jadi Sorotan, Data BAST Satpol PP Jakpus Dipertanyakan
Letjen Cantiasa: PHDI Harus Jadi Rumah Besar Umat Hindu
UKW PWI Jaya ke-66 Selesai, 20 Wartawan Kompeten

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:27 WIB

Rumah Pena Foundation Edukasi Siswa SMA 33 Jakarta soal Hoaks dan Bahaya Bermedia Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Arifin Resmikan Bedah Rumah untuk Empat Keluarga di Mangga Dua Selatan

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Wali Kota Buka Safari Kerukunan FKUB di Gereja Santo Paskalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Sidang Paripurna HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, Sejumlah Wartawan Mengaku Tak Bisa Masuk

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Ribuan Obat Sitaan Jadi Sorotan, Data BAST Satpol PP Jakpus Dipertanyakan

Berita Terbaru

Megapolitan

Wali Kota Buka Safari Kerukunan FKUB di Gereja Santo Paskalis

Senin, 19 Okt 2026 - 15:17 WIB