Profesi Bergaji Fantastis Rp5 Miliar, Tapi Setiap Detiknya Menghadapi Kematian - Plus62.co

Profesi Bergaji Fantastis Rp5 Miliar, Tapi Setiap Detiknya Menghadapi Kematian

- Jurnalis

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber poto : https://www.businessinsider.com/corey-arnolds-photos-of-crab-fishing-on-the-bering-sea-2014-8

Sumber poto : https://www.businessinsider.com/corey-arnolds-photos-of-crab-fishing-on-the-bering-sea-2014-8

ALASKA – Di ujung utara dunia, jauh dari hiruk-pikuk kota dan gemerlap kehidupan modern, ada satu profesi yang terdengar seperti mimpi bagi banyak orang: bekerja hanya beberapa hari, tetapi dibayar hingga miliaran rupiah.

Bayangkan saja, ada pekerjaan yang konon bisa menghasilkan hingga sekitar Rp5 miliar hanya dalam waktu lima hari. Sekilas terdengar seperti jalan pintas menuju kekayaan mendadak. Namun di balik angka fantastis itu, tersimpan kisah tentang keberanian, penderitaan, dan taruhan nyawa.

Profesi itu adalah nelayan penangkap kepiting Alaska di perairan ganas Laut Bering, wilayah laut di antara Alaska dan Rusia yang dikenal sebagai salah satu perairan paling berbahaya di dunia.

Baca Juga :  Di Bawah Tekanan Sanksi, Iran Disebut Manfaatkan Kripto untuk Bertahan

Musim penangkapan kepiting di sana sangat singkat. Dalam periode yang terbatas itu, para nelayan bekerja hampir tanpa henti. Mereka menghadapi badai es, suhu yang bisa turun hingga minus 20 derajat Celsius, serta gelombang laut yang kerap mencapai 10 hingga 12 meter.

Di atas kapal yang terus dihantam ombak, para pekerja berdiri di geladak yang licin karena lapisan es. Mereka harus mengangkat dan menurunkan perangkap baja raksasa seberat lebih dari 300 kilogram, yang digunakan untuk menangkap kepiting raja Alaska (Alaskan king crab), salah satu komoditas laut paling mahal di dunia.

Baca Juga :  Putin Usulkan Perundingan dengan Ukraina pada 15 Mei di Istanbul

Satu kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal.

Tali penarik yang putus dapat menghantam tubuh seperti cambuk besi. Perangkap yang terlepas bisa menghancurkan tulang dalam sekejap. Belum lagi risiko hipotermia, radang dingin yang dapat menyebabkan jaringan tubuh mati hingga harus diamputasi.

Yang paling ditakuti adalah ketika seseorang terjatuh ke laut. Air di Laut Bering memiliki suhu mendekati titik beku. Tanpa perlindungan, seseorang bisa kehilangan kesadaran hanya dalam beberapa menit.

Data dari U.S. Bureau of Labor Statistics menunjukkan bahwa pekerjaan nelayan komersial termasuk salah satu profesi paling berbahaya di dunia, dengan tingkat kematian jauh di atas rata-rata pekerjaan lainnya.

Baca Juga :  Begitu Besar Karomah Guru Sekumpul Sampe Moll Dipake Berzikir Saking Gak ada Tempat Lagi Ya Allah

Karena itulah bayaran mereka bisa sangat besar. Dalam satu musim tangkap, seorang awak kapal bisa memperoleh puluhan hingga ratusan ribu dolar, tergantung hasil tangkapan dan sistem bagi hasil kapal.

Namun para nelayan itu tahu satu hal: uang miliaran rupiah yang mereka bawa pulang tidak pernah datang dengan mudah.

Di Laut Bering yang kejam, setiap hari bekerja adalah pertaruhan. Setiap badai yang datang bisa menjadi yang terakhir.

Dan di sana, di antara es, angin, dan gelombang raksasa, para nelayan itu bertarung melawan alam — demi kepiting, demi keluarga, dan demi kehidupan yang lebih baik.

Berita Terkait

Negara Harus Hadir, Pembajakan Honour 25 Uji Ketegasan Internasional
Beatrice Gobang Bawa Tembang Indonesia ke New York
Pernyataan Jurnalis Alon Mizrahi Soroti Ketegangan AS–Iran
Amerika, Iran, dan Bayang-Bayang Nuklir
Di Balik Serangan ke Iran, Trump Hadapi Ujian Berat di Dalam Negeri
Di Bawah Tekanan Sanksi, Iran Disebut Manfaatkan Kripto untuk Bertahan
Andai Nuklir Menghantam Iran: Dunia Tak Lagi Sama
Situasi Keamanan Bahrain Dalam Pemantauan Usai Ketegangan Iran–AS

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:13 WIB

Negara Harus Hadir, Pembajakan Honour 25 Uji Ketegasan Internasional

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:19 WIB

Beatrice Gobang Bawa Tembang Indonesia ke New York

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:58 WIB

Profesi Bergaji Fantastis Rp5 Miliar, Tapi Setiap Detiknya Menghadapi Kematian

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:00 WIB

Pernyataan Jurnalis Alon Mizrahi Soroti Ketegangan AS–Iran

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:14 WIB

Amerika, Iran, dan Bayang-Bayang Nuklir

Berita Terbaru

Megapolitan

Munjirin Dorong Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan UMKM

Jumat, 5 Jun 2026 - 21:00 WIB

Megapolitan

Arifin Sulap Jalan Sabang Jadi Ikon Wisata Kuliner Malam Jakarta

Jumat, 5 Jun 2026 - 19:41 WIB