BANDUNG,plus62.co – Presiden Prabowo Subianto pimpin upacara gelar pasukan operasional dan kehormatan militer di pusdiklatsus Batujajar, Bandung, pada Minggu (10/8/2025).
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menanggapi pandangan bahwa strategi defensif tidak dapat menghasilkan kemenangan. Menurutnya, anggapan tersebut adalah pembacaan sejarah yang keliru.
“Ada yang mengatakan dalam perang defensif itu tidak bisa menang, itu bacaan sejarah yang keliru,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa sejengkal tanah Indonesia adalah bagian yang tak terpisahkan dari kedaulatan negara. Setiap upaya mengancam atau merongrong integritas wilayah akan dihadapi dengan tegas demi menjaga keutuhan NKRI.
“Kalau kita mempertahankan bangsa kita, kita mempertahankan tiap kampung, tiap dukuh, tiap lembah, tiap bukit, tiap gunung, tiap kecamatan, tiap kabupaten, tiap provinsi, tiap jengkal tanah kita pertahankan,” ujarnya.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kedaulatan Indonesia tidak mudah ditaklukkan, bahkan jika harus mempertaruhkan jiwa dan raga.
“Bagi kita tidak ada masalah. Daripada dijajah kembali, lebih baik kita mati,” katanya.
Ia juga menepis anggapan bahwa Indonesia adalah negara yang lemah. Dengan semangat perjuangan yang diwariskan para pendahulu, Indonesia akan membuktikan kepada dunia bahwa pandangan tersebut keliru.
“Semangat kita sudah kita buktikan dan akan terus kita buktikan, bahwa kita adalah bangsa pejuang yang tidak pernah mengenal menyerah,” tegasnya.
(Rdw)












