JAKARTA, PLUS62.CO – Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, mengajak masyarakat menjadikan pemilahan sampah sebagai budaya sehari-hari demi menjaga lingkungan dan mengurangi beban sampah di ibu kota.
Hal itu disampaikan saat menghadiri Launching Gerakan Sampah Pilah dari Sumbernya yang dirangkai dengan Deklarasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di RPTRA Pulo Indah, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Selasa (12/5/2026).
Menurut Munjirin, Jakarta Timur saat ini memproduksi sekitar 2.400 ton sampah per hari sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
“Jika kita tidak bergerak sekarang, maka warisan yang kita tinggalkan kepada anak cucu hanyalah tumpukan masalah lingkungan,” ujarnya.
Ia menegaskan, gerakan tersebut sejalan dengan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber, yang mewajibkan warga memilah sampah organik, anorganik, B3, dan residu.
Selain mengurangi kiriman sampah ke TPST Bantargebang, pemilahan sampah juga dinilai mampu membuka peluang ekonomi melalui pengolahan dan daur ulang sampah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Jakarta Timur , Camat Cakung , para lurah se-Kecamatan Cakung, tokoh masyarakat, kader PKK, LMK, Dasawisma, serta Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota .






