Menteri ESDM Bahlil: 50 Desa di Sumut Belum Berlistrik - Plus62.co

Menteri ESDM Bahlil: 50 Desa di Sumut Belum Berlistrik

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 19:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di sidang kabinet paripurna di istana negara (Foto:istw)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di sidang kabinet paripurna di istana negara (Foto:istw)

JAKARTA, PLUS62.CO –Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat sekitar 50 desa di Sumatera Utara yang belum teraliri listrik. Kondisi tersebut bukan disebabkan oleh bencana banjir, melainkan karena jaringan listrik yang memang belum tersedia di wilayah tersebut.

Hal itu disampaikan Bahlil dalam sidang kabinet paripurna yang digelar pada Senin di Istana Negara (15/12/2025). Ia menegaskan bahwa persoalan kelistrikan di desa-desa tersebut bersifat struktural, bukan akibat kondisi darurat atau gangguan sementara.

Baca Juga :  Fun Bike Harkitnas Siwo PWI Jaya 2025: Dilepas Wali Kota Jakpus di Monas, Disambut Wali Kota Jakut di Ancol


Bahlil menjelaskan, dari sekitar 5.700 desa yang ada di Sumatera Utara, tingkat elektrifikasi sebenarnya telah mencapai 99,9 persen. Angka tersebut menunjukkan capaian yang hampir menyeluruh dalam penyediaan akses listrik di provinsi tersebut.

Meski demikian, masih terdapat puluhan desa yang belum menikmati listrik. Desa-desa tersebut tersebar di empat kabupaten dan hingga kini belum terjangkau jaringan listrik.

Baca Juga :  Pemkot Jakpus Luncurkan Tim TRAP Tindak Pelanggaran 10 Menit


“Masih ada kurang lebih sekitar 50 desa di empat kabupaten yang belum ada listrik. Ternyata itu bukan karena persoalan banjir saja, tetapi memang jaringan listrik kita yang belum ada di sana,” ujar Bahlil dalam rapat tersebut.


Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga mengusulkan agar pembangunan jaringan listrik hingga ke seluruh desa dijadikan sebagai program pemerintah jangka menengah. Program tersebut diharapkan dapat berjalan hingga 2029.

Menurut Bahlil, program elektrifikasi desa secara menyeluruh penting untuk memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal dalam akses energi. Selain itu, ketersediaan listrik juga dinilai krusial untuk mendukung pengembangan sekolah-sekolah berbasis teknologi di berbagai daerah.

Baca Juga :  Kinerja 411 PPPK Paruh Waktu Jakarta Timur Akan Dievaluasi


(Rdw)

Berita Terkait

KI DKI Luncurkan E-Monev 2026, 1.001 Badan Publik Diuji soal Keterbukaan Informasi
Pejabat DJBC Kembali Ditahan KPK, BCW: September Harus Jadi Momentum Evaluasi Serius Bea Cukai
CNBM Jajaki Investasi Lumbung Pangan Terpadu di Maluku Utara
Rudi Bratanusa Eka Terpilih Pimpin IMI DKI Jakarta Periode 2026–2030
Apresiasi Ekosistem Perumahan dengan 60 Umrah, Maruarar Sirait Siapkan 8 Rumah Subsidi pada IPBA XXI 2027
Tim Layar Kodaeral IV Raih Lima Medali di Kejurnas Series II Jakarta
BCW Kritik Rencana Layer Baru Cukai Rokok: Jangan Jadikan Kebijakan Fiskal sebagai Eksperimen
PWI Jaya Bersiap Gelar UKW Angkatan ke-66 pada Oktober

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:39 WIB

KI DKI Luncurkan E-Monev 2026, 1.001 Badan Publik Diuji soal Keterbukaan Informasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:34 WIB

Pejabat DJBC Kembali Ditahan KPK, BCW: September Harus Jadi Momentum Evaluasi Serius Bea Cukai

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:26 WIB

CNBM Jajaki Investasi Lumbung Pangan Terpadu di Maluku Utara

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:46 WIB

Rudi Bratanusa Eka Terpilih Pimpin IMI DKI Jakarta Periode 2026–2030

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:16 WIB

Tim Layar Kodaeral IV Raih Lima Medali di Kejurnas Series II Jakarta

Berita Terbaru

Megapolitan

CNBM Jajaki Investasi Lumbung Pangan Terpadu di Maluku Utara

Senin, 31 Agu 2026 - 21:26 WIB

TNI & Polri

Menembus Gambut, Tim Mabes TNI Padamkan Sisa Api Karhutla

Minggu, 30 Agu 2026 - 12:06 WIB