Jual Diri, Jual Produk: Bisnis sebagai Ujian Watak - Plus62.co

Jual Diri, Jual Produk: Bisnis sebagai Ujian Watak

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber poto : idn.freepik.com

Sumber poto : idn.freepik.com

Bisnis — Pada dasarnya, bisnis itu berdagang. Bedanya cuma satu: yang dijual bisa produk, bisa jasa. Namun apa pun bentuknya, yang dihadapi tetap manusia.


Karena itu, sebelum menjual barang atau layanan, pelaku usaha sejatinya sedang menjual diri sendiri. Yang ditawarkan bukan harga diri, melainkan nilai personal: sikap, integritas, kompetensi, dan cara memperlakukan orang lain.


Dalam makna positif, jual diri berarti berani mempertaruhkan karakter di ruang publik. Kejujuran, konsistensi, kemampuan menepati janji, serta cara menghadapi masalah menjadi bagian dari “produk” yang dinilai pembeli.

Baca Juga :  Pencapaian Kinerja PT Jakarta 2024 Penghargaan dan Harapan di 2025

Produk bisa ditiru, harga bisa disaingi, tapi karakter penjual sulit digandakan.


Pepatah Tionghoa sejak lama mengingatkan, “Kalau tidak bisa tersenyum, jangan berdagang.” Senyum di sini bukan basa-basi, melainkan kemampuan mengendalikan ego saat ditawar, dikritik, bahkan diragukan.

Baca Juga :  Kenapa Duit 100 Ribu Terasa Lebih Berharga Kalau di Dompet daripada di Rekening?


Islam memberi teladan nyata melalui Nabi Muhammad SAW, yang dikenal sebagai pedagang jujur dan amanah jauh sebelum menjadi Rasul. Dagang dijalani dengan akhlak—tanpa tipu daya, tanpa emosi, dan tanpa mengorbankan kepercayaan.


Kearifan Jawa menyebutnya “segoro ning ati”—laut di dalam hati. Batin yang luas. Tidak meledak saat rugi, tidak pongah saat untung, dan tetap tenang menghadapi watak manusia yang beragam.

Baca Juga :  Kisah Latifun, Sopir Asal Rangkasbitung Nyambi Berjualan Kopi


Tiga nilai lintas budaya itu bertemu di satu titik: bisnis adalah ujian watak. Banyak usaha tumbang bukan karena produknya buruk, melainkan karena pelakunya gagal “laku” secara sikap.


Sebab dalam jual beli, orang bukan cuma membeli barang atau jasa.


Mereka membeli rasa aman, kepercayaan,
dan karakter orang yang menjualnya.
Jual diri yang benar bukan merendahkan diri,
melainkan menjual kualitas diri dengan bermartabat.

Berita Terkait

Gelombang Penangkapan Oknum Pajak, Alarm Keras Bagi Sistem Fiskal Negara
Aktivasi Rekening Jadi Kunci Pencairan Dana PIP
Amran Apresiasi Kapolri dan Titiek Soeharto atas Percepatan Swasembada Pangan
Refleksi HPN 2026 MEDIA YANG MATI PELAN-PELAN
Sejumlah Pekerja Ajukan Gugatan terhadap Perusahaan Fintech di Jakarta Barat
UMKM Binaan PLN UID Jakarta Raya Goes to Korea Selatan: Produk Lokal Tembus Pasar Internasional
Peringati Hari Pelanggan Nasional, BRI Cabang Hayam Wuruk Komitmen Tingkatkan Layanan
Afo Lim melalui Foss Group Luncurkan Foodtray TKDN 100%, SNI, dan Bersertifikat Sucofindo untuk Dukung Program Makan Gratis Bergizi
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 08:59 WIB

Gelombang Penangkapan Oknum Pajak, Alarm Keras Bagi Sistem Fiskal Negara

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:38 WIB

Jual Diri, Jual Produk: Bisnis sebagai Ujian Watak

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:11 WIB

Aktivasi Rekening Jadi Kunci Pencairan Dana PIP

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:27 WIB

Amran Apresiasi Kapolri dan Titiek Soeharto atas Percepatan Swasembada Pangan

Senin, 29 Desember 2025 - 06:41 WIB

Refleksi HPN 2026 MEDIA YANG MATI PELAN-PELAN

Berita Terbaru

Kolom

HPN: Lebarannya Wartawan, Pesta Besar Insan Pers

Senin, 9 Feb 2026 - 08:36 WIB

Sumber Instagram @kesultananbanjar_official

Sejarah & Arkeologi

Pahlawan Banjar, Panglima Wangkang: Darah Bakumpai yang Menolak Tunduk

Minggu, 8 Feb 2026 - 20:34 WIB

Bisnis & Ekonomi

Gelombang Penangkapan Oknum Pajak, Alarm Keras Bagi Sistem Fiskal Negara

Minggu, 8 Feb 2026 - 08:59 WIB