Kenapa Duit 100 Ribu Terasa Lebih Berharga Kalau di Dompet daripada di Rekening? - Plus62.co

Kenapa Duit 100 Ribu Terasa Lebih Berharga Kalau di Dompet daripada di Rekening?

- Jurnalis

Kamis, 12 Juni 2025 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pernah ngerasain, pas megang uang seratus ribu—yang merah itu, yang berwujud nyata di dompet—kita jadi mikir dua kali buat jajan?

“Njir, mahal amat…”

Tapi pas seratus ribu itu ada di e-wallet atau m-banking, kita tap-tap aja tanpa mikir panjang.
Kayak… kok beda ya rasanya?

Ternyata itu bukan ilusi. Itu beneran. Dan ada riset ilmiahnya.

📚 Studi dari Drazen Prelec & George Loewenstein (MIT & Carnegie Mellon) bilang:
Kita ngerasa lebih sakit secara emosional saat bayar pake uang tunai dibanding uang digital.

Baca Juga :  Viral di Medsos, Driver Gocar Terima THR 50 Ribu

Mereka nyebutnya: Pain of Paying.

Pas kita bayar pake cash, otak kita bilang, “Eh, ini uang beneran ilang.”
Kita ngelihat fisiknya, tangan merogoh dompet, uangnya pindah tangan—dan itu bikin hati nyesek.
Ada rasa kehilangan yang nyata.

Tapi pas kita bayar pake e-wallet?
Angka doang yang berkurang.
Gak ada visual. Gak ada rasa sakit. Gak ada kesadaran kalau uang udah “pergi”.

🧠 Dan ini dimanfaatkan banget sama aplikasi finansial zaman now.

GoPay, OVO, ShopeePay, DANA, PayLater, m-banking…
Mereka semua dirancang untuk bikin kamu gak ngerasa sakit saat bayar.

Baca Juga :  Harga Kebutuhan Pokok di Jakarta Pusat Naik Jelang Ramadhan

💡 Prinsipnya:

“Semakin gampang proses bayarnya, semakin kecil rasa bersalahnya.”

Makanya:

Tap. Swipe. Done.

No friction.

No pain.

No guilt.

Tapi efek sampingnya?
➡️ Kita jadi gampang ngebuang duit.
➡️ Boros tanpa sadar.
➡️ Duit ilang gak kerasa.

Kita hidup di era yang mendewakan kemudahan, tapi kadang lupa:
Kemudahan itu bikin kita kehilangan kendali.

Dulu, disuruh jalan ke ATM aja males.
Sekarang? ShopeePay tinggal scan.
“GASSS!”

Jadi gimana biar gak boros?

Ciptain keribetan buatan.

Serius. Ini bukan bercanda.

Baca Juga :  Gelombang Penangkapan Oknum Pajak, Alarm Keras Bagi Sistem Fiskal Negara

Mau beli sesuatu? Transfer manual, jangan auto top-up.

Mau jajan? Ambil cash dulu.

Mau GoFood? Masak aja. Serius.

Jangan simpen saldo e-wallet terlalu banyak.

Ribet? Iya. Tapi itu pengingat.
Biar kita mikir dua kali. Biar lebih waras. Biar gak kalap.

Kadang yang nyelametin kita bukan teknologi canggih. Tapi… keribetan yang menyebalkan.

Semakin ribet prosesnya, semakin hemat hasilnya.

📎 Catatan Kaki:
Prelec, D., & Loewenstein, G. (1998). “The Red and the Black: Mental Accounting of Savings and Debt.” Marketing Science.

Berita Terkait

Indonesia Fit Festival 2026: Saat Energi Jakarta Bangkit dalam “The Sweat Awakening”
Tempe Orek, Kuliner Besar dari Dapur Sederhana Nusantara
Rokok Ilegal Dijual Terang-terangan, Publik Pertanyakan Ketegasan Aparat
Macet Parah di Tol Pelabuhan Tanjung Priok, Pengguna Tagih Tanggung Jawab Pengelola
Kredivo Digugat Eks Karyawan Rp 5,7 Miliar, Sidang Perdana Ditunda
Harga Kebutuhan Pokok di Jakarta Pusat Naik Jelang Ramadhan
Prinsip Pareto: Ketika 20% populasi Memiliki 80% Aset
Utang PLN Ratusan Triliun: Siapa yang Diuntungkan?

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 23:34 WIB

Indonesia Fit Festival 2026: Saat Energi Jakarta Bangkit dalam “The Sweat Awakening”

Minggu, 15 Maret 2026 - 00:14 WIB

Tempe Orek, Kuliner Besar dari Dapur Sederhana Nusantara

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:21 WIB

Rokok Ilegal Dijual Terang-terangan, Publik Pertanyakan Ketegasan Aparat

Kamis, 12 Februari 2026 - 23:35 WIB

Macet Parah di Tol Pelabuhan Tanjung Priok, Pengguna Tagih Tanggung Jawab Pengelola

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:19 WIB

Kredivo Digugat Eks Karyawan Rp 5,7 Miliar, Sidang Perdana Ditunda

Berita Terbaru

TNI & Polri

Perkuat Pembinaan Rohani, KSAD Terima Buku Keuskupan TNI-Polri

Jumat, 10 Apr 2026 - 19:06 WIB