Yang Jujur Banyak, Yang Menang yang Punya Uang - Plus62.co

Yang Jujur Banyak, Yang Menang yang Punya Uang

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OPINI – Realita ini pahit, tapi sulit dibantah. Di negeri yang penuh orang baik dan religius, kejujuran sering kalah bukan karena sedikit, melainkan karena sistem yang belum sepenuhnya memihak pada integritas. Banyak orang ingin perubahan, tetapi cara lama masih terus dipakai.


Banyak yang bertanya, kenapa praktik uang untuk jabatan masih ada padahal masyarakat kita dikenal religius. Pertanyaan ini wajar, dan jawabannya sebenarnya cukup sederhana.
Pertama, nilai agama dan moral ada di hati manusia, tapi sistem di luar belum tentu mendukung. Ketika biaya politik mahal dan persaingan keras, banyak orang akhirnya ikut arus walau tahu itu tidak benar.

Baca Juga :  Tim SAR Gabungan Evakuasi 154 Korban dalam Insiden Ambruknya Bangunan Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo


Kedua, religiusitas di masyarakat sering terlihat kuat dalam simbol dan ritual. Tempat ibadah ramai, kegiatan keagamaan hidup. Namun dalam urusan jabatan dan kekuasaan, nilai kejujuran belum selalu sekuat itu.

Baca Juga :  Lintas Ormas dan Tiga Pilar Kecamatan Kali Deres Komitmen Jaga Kamtibmas


Ketiga, biaya untuk meraih jabatan sering dianggap seperti investasi. Saat masuk dengan biaya besar, muncul godaan untuk “balik modal” setelah berkuasa. Di sinilah uang dan kekuasaan sering bertemu.


Keempat, nilai agama kadang lebih sering dipakai sebagai citra daripada pegangan hidup dalam memimpin. Dipakai saat kampanye dan pidato, tapi belum tentu selalu hadir dalam keputusan dan tindakan.


Kelima, teladan pemimpin sangat berpengaruh. Jika yang di atas bersih dan tegas, yang di bawah biasanya ikut. Tapi jika yang terlihat justru sebaliknya, masyarakat lama-lama menganggapnya hal biasa.

Baca Juga :  Pencarian Korban Longsor Cibeunying Hari Ke-4: Bantuan Unit K-9 Percepat Penemuan Korban, Total 13 Orang Ditemukan


Intinya sederhana. Ajaran moral, termasuk dalam Islam, sangat jelas menolak suap dan korupsi. Namun perubahan nyata baru terasa jika nilai itu benar-benar dijalankan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya diucapkan. Sebab selama sistem masih mahal dan uang masih jadi penentu, kejujuran akan terus berjuang untuk menang.

Berita Terkait

Penanggulangan Gempa NTT, Menkeu Purbaya Alokasikan Anggaran 5 Triliun Rupiah
Yandri Nalle Kecam Pernyataan Bimo soal Camat Kresek: Jangan Bangun Opini Tanpa Data
Usai Sebut Wartawan “Lu Punya Otak Enggak Sih” Hotman Paris Minta Maaf ke Insan Pers
Makan Siang Gratis di Lingkungan RW 011 Tegal Alur, Wujud Kepedulian Sosial bagi Warga
Wartawan: Ketika Idealisme Tunduk pada Kebutuhan
‎Ahmad Alfan Sah Jadi Ketua Pk Kecamatan Sindang Jaya Partai Golongan Karya Kabupaten Tangerang
Wakil Wali Kota Jakpus Pimpin Penertiban Rumah Dinas PAM Jaya
Fotografer Roy Genggam Siapkan Buku Gajah, Fotografi, dan Puisi
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Penanggulangan Gempa NTT, Menkeu Purbaya Alokasikan Anggaran 5 Triliun Rupiah

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Yandri Nalle Kecam Pernyataan Bimo soal Camat Kresek: Jangan Bangun Opini Tanpa Data

Senin, 20 Juli 2026 - 13:16 WIB

Usai Sebut Wartawan “Lu Punya Otak Enggak Sih” Hotman Paris Minta Maaf ke Insan Pers

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:53 WIB

Makan Siang Gratis di Lingkungan RW 011 Tegal Alur, Wujud Kepedulian Sosial bagi Warga

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:22 WIB

Wartawan: Ketika Idealisme Tunduk pada Kebutuhan

Berita Terbaru

Megapolitan

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair di Perairan Kepri

Sabtu, 22 Agu 2026 - 06:47 WIB

Megapolitan

Arifin Pastikan 95 Korban Kebakaran Paseban Dapat Bantuan

Jumat, 21 Agu 2026 - 15:26 WIB

Megapolitan

Banyak Masalah Bea Cukai, Sejumlah Tokoh Bentuk Bea Cukai Watch

Kamis, 20 Agu 2026 - 11:59 WIB