Kisah Latifun, Sopir Asal Rangkasbitung Nyambi Berjualan Kopi - Plus62.co

Kisah Latifun, Sopir Asal Rangkasbitung Nyambi Berjualan Kopi

- Jurnalis

Jumat, 16 Mei 2025 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kisah Latifun, Sopir Asal Rangkasbitung Nyambi Berjualan Kopi di Pinggir Jalan Usai Pulang Kerja

Kisah Latifun, Sopir Asal Rangkasbitung Nyambi Berjualan Kopi di Pinggir Jalan Usai Pulang Kerja

Jakarta – Seorang Sopir asal Rangkasbitung bernama Latifun Kobir yang tidak pernah mengenal lelah untuk mencari rezeki. Selesai pulang kerja menjadi sopir, Latifun mencari sampingan dengan berjualan kopi di pinggir jalan.

“Saya mulai jualan kopi setelah pulang kerja, biasanya dari jam lima sore sampai larut malam. Lumayan buat nambah-nambah penghasilan,” ujar Latifun saat di temui di lapaknya, Jumat (16/5/2025).

Latifun mengaku, pendapatan dari pekerjaannya sebagai sopir belum mencukupi kebutuhan rumah tangga. Kenaikan harga kebutuhan pokok membuatnya harus memutar otak dan mencari penghasilan tambahan.

Baca Juga :  Ribuan Sopir Angkutan Barang Protes Aturan ODOL, Siap Gelar Aksi di Jakarta


“Gaji sopir nggak cukup buat kebutuhan keluarga, apalagi sekarang apa-apa mahal. Makanya saya coba usaha kecil ini, walaupun capek tapi harus kuat,” tambahnya sambil tersenyum lelah.

Meski usaha kopinya tergolong sederhana, Latifun menyimpan harapan besar dari sana. Ia ingin memberikan kehidupan yang lebih layak bagi istri dan anak-anaknya. Ketekunan dan semangatnya menjadi simbol perjuangan banyak masyarakat kecil yang berjuang di tengah kerasnya realitas ekonomi.

Kisah Latifun adalah bukti bahwa di tengah keterbatasan, selalu ada jalan bagi mereka yang tak kenal lelah berusaha.

Baca Juga :  Sejumlah Pekerja Ajukan Gugatan terhadap Perusahaan Fintech di Jakarta Barat

Berita Terkait

Rokok Ilegal Dijual Terang-terangan, Publik Pertanyakan Ketegasan Aparat
Macet Parah di Tol Pelabuhan Tanjung Priok, Pengguna Tagih Tanggung Jawab Pengelola
Kredivo Digugat Eks Karyawan Rp 5,7 Miliar, Sidang Perdana Ditunda
Harga Kebutuhan Pokok di Jakarta Pusat Naik Jelang Ramadhan
Prinsip Pareto: Ketika 20% populasi Memiliki 80% Aset
Utang PLN Ratusan Triliun: Siapa yang Diuntungkan?
Gelombang Penangkapan Oknum Pajak, Alarm Keras Bagi Sistem Fiskal Negara
Jual Diri, Jual Produk: Bisnis sebagai Ujian Watak

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:21 WIB

Rokok Ilegal Dijual Terang-terangan, Publik Pertanyakan Ketegasan Aparat

Kamis, 12 Februari 2026 - 23:35 WIB

Macet Parah di Tol Pelabuhan Tanjung Priok, Pengguna Tagih Tanggung Jawab Pengelola

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:19 WIB

Kredivo Digugat Eks Karyawan Rp 5,7 Miliar, Sidang Perdana Ditunda

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:39 WIB

Harga Kebutuhan Pokok di Jakarta Pusat Naik Jelang Ramadhan

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:33 WIB

Prinsip Pareto: Ketika 20% populasi Memiliki 80% Aset

Berita Terbaru

Olahraga

PWI Malut Kecam Pencabutan Laporan terhadap Bos Malut United

Selasa, 10 Mar 2026 - 16:07 WIB