Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tutup Sementara Aktivitas Tambang Parung Panjang Demi Masyarakat Luas - Plus62.co

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tutup Sementara Aktivitas Tambang Parung Panjang Demi Masyarakat Luas

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: tangkapan layar tiktok Dedi Mulyadi, Plus62/kobra

Foto: tangkapan layar tiktok Dedi Mulyadi, Plus62/kobra

BOGOR,Plus62.co – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menutup sementara aktivitas tambang di Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Meski menuai protes dari sejumlah pihak, keputusan ini dinilai penting untuk kepentingan masyarakat luas dan menjaga ketenangan warga setempat.

Menanggapi gelombang protes, Gubernur Dedi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas aspirasi yang disuarakan masyarakat, khususnya warga Kecamatan Cigudeg, terkait kebijakan penutupan tambang.

Baca Juga :  Warga River Valley Gelar Doa Bersama dan Galang Dana untuk Tiga Pengurus RT yang Ditahan Polsek Cijeruk



“Saya menyampaikan terima kasih terhadap berbagai aspirasi seluruh warga Cigudeg dan yang kecewa, terutama karena tambang di sana ditutup. Pasti di situ ada para pekerja, sopir truk, dan berbagai kalangan,” ujar Dedi melalui akun media sosialnya yang dilihat plus62.co(2/10/2025).

Menurutnya, aktivitas tambang di Parung Panjang telah berlangsung lama dan memberikan keuntungan besar bagi banyak pihak. Namun, dampak negatif seperti kerusakan lingkungan, polusi udara, kemacetan, dan gangguan sosial dinilai sudah melampaui batas toleransi.

Baca Juga :  Dua Kali Diteror King Kobra, Dedi Mulyadi: Jangan Sampai Ketiga Kalinya



“Tambang itu sudah beroperasi sangat lama, melahirkan banyak sekali orang-orang kaya, serta properti mewah di berbagai tempat. Pasti sudah banyak keuntungan yang diraih. Kini saatnya kepentingan masyarakat banyak yang diutamakan,” tegasnya.


Dedi memahami protes dari sebagian masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertambangan. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan ini justru diambil agar warga kembali menikmati ketenangan, bebas dari debu, kebisingan, dan risiko kecelakaan akibat lalu lintas truk tambang.

“Kebijakan gubernur ini bukan untuk satu kepentingan, melainkan untuk kepentingan bersama. Memang tidak semua pihak akan puas, pasti ada yang kecewa. Tetapi tanggung jawab gubernur adalah memastikan kebijakan berpihak pada masyarakat luas,” pungkasnya.

Baca Juga :  Kapolri: Stabilitas Kamtibmas Kunci Ekonomi


(Rdw)

Berita Terkait

Kapolri: Stabilitas Kamtibmas Kunci Ekonomi
Aktivis Desak Penertiban Tambang Emas Ilegal Sulut, Gelar Aksi di Kejagung dan Kementerian ESDM
Kejaksaan Serahkan 6 Tersangka Korupsi Kredit Bank Plat Merah ke JPU
Tiga Pelaku Pengeroyokan Wartawan di PT PMM Ditahan Polda Babel
Ramadan Penuh Harapan di Lapas Medan
Warga Adat Tanoyan Keluhkan Kesulitan Menjual Emas Hasil Tambang Tradisional
Kades Palasari Akui Izin SPPG Tak Sah, Warga Villa Cherry Minta Operasional Dihentikan
Kepres 37/2025 Jadi Momentum Penataan Wilayah Aceh

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:01 WIB

Kapolri: Stabilitas Kamtibmas Kunci Ekonomi

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:34 WIB

Aktivis Desak Penertiban Tambang Emas Ilegal Sulut, Gelar Aksi di Kejagung dan Kementerian ESDM

Senin, 9 Maret 2026 - 21:32 WIB

Kejaksaan Serahkan 6 Tersangka Korupsi Kredit Bank Plat Merah ke JPU

Minggu, 8 Maret 2026 - 15:07 WIB

Tiga Pelaku Pengeroyokan Wartawan di PT PMM Ditahan Polda Babel

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:28 WIB

Ramadan Penuh Harapan di Lapas Medan

Berita Terbaru

Megapolitan

Safari Syawal Jaktim, Pemkot Jaga Harmoni dengan Tokoh Agama

Jumat, 27 Mar 2026 - 13:03 WIB

Megapolitan

Aturan Ada, Penindakan Nihil: Parkir Liar Jakpus Disorot

Jumat, 27 Mar 2026 - 12:56 WIB