KALIMANTAN, Plus62.co – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kalimantan beberapa hari ini, telah menimbulkan kerusakan lingkungan yang berdampak langsung terhadap kenyamanan kehidupan masyarakat, serta terganggunya kelestarian habitat satwa.
Kebakaran yang kian meluas, di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, memaksa Pemerintah Daerah menaikkan status menjadi tanggap darurat, pada Rabu (2/9/2026). Sebanyak 15 dari 20 kecamatan terdampak karhutla. Diperparah dengan terciptanya kabut asap yang membuat kualitas udara memburuk hingga masuk kategori sangat tidak sehat.
Kini ratusan warga mulai mengalami gangguan kesehatan, khususnya saluran pernapasan. Dinas Kesehatan Ketapang mencatat ada 803 kasus ISPA di tengah kepungan asap.
Dari pantauan di lapangan, tampak tebal dan pekatnya kabut asap sangat mengganggu aktivitas warga, karena jarak pandang nyaris hilang. Bukan hanya gangguan asap, kondisi warga juga diperparah dengan krisis air bersih akibat kekeringan. Hal ini menambah penderitaan kehidupan masyarakat Kalimantan.

Selain berdampak terhadap lingkungan sekitar, karhutla juga mengancam kelestarian habitat satwa liar yang hidup di hutan Kalimantan. Salah satunya kucing kuwuk (Prionailurus Bengalensis) atau kucing hutan Kalimantan.
Seekor anak kucing kuwuk ditemukan tim SAR selamat dari kobaran api. Namun nasib berbeda dialami induk dan keluarganya yang terjebak dalam kepungan api. Kucing kuwuk merupakan satwa liar yang hidup di kawasan hutan hingga area perkebunan.
Peristiwa ini menjadi pengingat, betapa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kelestarian habitat satwa liar.






