Kuliah Umum Dahlan Iskan di Universitas Paramadina
JAKARTA, — menegaskan pentingnya kepemimpinan yang tegas dan peka dalam menghadapi krisis. Menurutnya, pemimpin harus mampu memberi sinyal jelas kepada seluruh organisasi saat kondisi sedang tidak normal.
“Kalau karyawan tidak paham sedang krisis, pemimpin yang harus memberi sinyal. Caranya dengan efisiensi, memangkas divisi yang tidak perlu,” ujar Dahlan dalam seminar “Manajemen Krisis Perusahaan di Tengah Ketidakpastian Global” di , Selasa (5/5).
Ia mencontohkan pengalamannya saat krisis 1998. Kala itu, ia meminta karyawan menahan pengeluaran, bahkan untuk kebutuhan yang dianggap tidak mendesak.
Dahlan juga menyoroti pentingnya kendali penuh dalam kepemimpinan. Saat ditunjuk Presiden menjadi Dirut , ia mengajukan syarat agar dapat menentukan sendiri jajaran direksi.
“Saya tidak mau ada direktur titipan. Satu komando itu penting,” katanya.
Menurut Dahlan, krisis akan semakin parah jika organisasi berjalan seperti biasa tanpa kesadaran situasi darurat. Kepekaan pemimpin, kata dia, tidak hanya penting di perusahaan, tetapi juga dalam konteks negara.
Rektor Paramadina, , menilai pengalaman Dahlan sebagai pelaku bisnis dan birokrat menjadi bahan pembelajaran penting dalam studi manajemen.
“Transformasi di PLN bisa dikaji secara akademik dan memperkaya keilmuan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Indonesia perlu mengejar ketertinggalan melalui peningkatan kualitas pendidikan, termasuk memperbanyak jumlah doktor untuk mendorong inovasi dan daya saing.
Ketua Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Paramadina, , menyebut kehadiran tokoh praktisi memberi nilai tambah bagi civitas akademika.
“IImu manajemen pada akhirnya diuji di dunia nyata, baik bisnis maupun pemerintahan,” katanya.
Narahubung:
Achmad Syahid
HP: 0812-1005-5509






