Ketika Pinjaman Online dan Bank Keliling Menjadi Penolong - Plus62.co

Ketika Pinjaman Online dan Bank Keliling Menjadi Penolong

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Megapolitan – Di banyak rumah, hidup dimulai dengan hitung-hitungan sederhana: cukupkah uang hari ini. Beras harus dibeli, gas menipis, listrik menunggu dibayar. Semua kebutuhan datang bersamaan, sementara penghasilan tak selalu pasti.


Tak ada lagi yang benar-benar gratis. Makan harus dibeli. Air dibayar. Internet pun wajib ada. Bagi orang tua, kuota menjadi syarat bekerja. Bagi anak-anak, ia menjadi pintu sekolah. Tanpa kuota, hidup terasa tertinggal.

Baca Juga :  Gerhana Bulan "Blood Moon" Menghiasi Langit Indonesia Tadi Malam


Saat kebutuhan mendesak dan uang tak cukup, pinjaman online dan bank keliling hadir sebagai penolong. Proses cepat, tanpa banyak syarat. Uang cair dalam hitungan menit—cukup untuk menutup kebutuhan hari ini.


Namun pertolongan itu sering berumur pendek. Cicilan dan bunga datang belakangan, menumpuk perlahan. Utang kecil berubah menjadi jerat panjang. Yang awalnya solusi, berubah menjadi beban.

Baca Juga :  GRIB Jaya Bantah Kuasai Lahan BMKG: Klaim Hanya Beri Pendampingan Hukum untuk Ahli Waris


Tekanan ekonomi juga menyempitkan ruang persaudaraan. Saat semua orang sibuk bertahan, saling membantu menjadi barang langka. Hubungan sosial merenggang, rasa percaya menipis. Setiap orang dipaksa menyelamatkan diri masing-masing.


Banyak keluarga akhirnya menjual aset yang tersisa. Motor dilepas, perhiasan digadai, barang berharga satu per satu hilang. Bukan untuk memperbaiki hidup, tapi agar esok hari masih bisa dilewati.


Bagi rakyat kecil, daya tahan punya batas. Ketika batas itu terlampaui, mereka tersingkir perlahan—dari rumah yang layak, dari pendidikan, dari akses dasar. Menghilang tanpa sorotan.

Baca Juga :  Warga Cengkareng Keluhkan Buah Sukun Jatuh ke Jalan, Laporan ke JAKI Belum Ditanggapi


Sementara itu, hanya segelintir yang tak banyak berubah. Bagi kelas atas, krisis ekonomi hadir sebagai kabar, bukan pengalaman.


Potret ini bukan keluhan. Ini kenyataan. Saat hidup makin mahal dan penghasilan tak pasti, utang menjadi penolong terakhir—dan persaudaraan perlahan menyempit.

Berita Terkait

Kaya Raya, Lalu Menjadi Manusia
Wangi Tak Terlihat dan Langit yang Terbelah di Malam Selasa Kliwon Gunung Padang
Brimob BKO Polda Sumbar Cari Korban dan Salurkan Bantuan Banjir di Palembayan
Polri Semprot Jalan Lintas Aceh Selatan untuk Kurangi Debu Pasca Banjir
Ketika Salju Turun di Arab Saudi
Gubernur Pramono Tinjau Lokasi Kebakaran Terra Drone, Pemprov DKI Tanggung Jawab Biaya Pemakaman Korban
Total 867 Korban Jiwa Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera
Gunung Semeru Erupsi, 178 Pendaki Terjebak di Ranu Kumbolo

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:29 WIB

Ketika Pinjaman Online dan Bank Keliling Menjadi Penolong

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:25 WIB

Kaya Raya, Lalu Menjadi Manusia

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:14 WIB

Wangi Tak Terlihat dan Langit yang Terbelah di Malam Selasa Kliwon Gunung Padang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:57 WIB

Brimob BKO Polda Sumbar Cari Korban dan Salurkan Bantuan Banjir di Palembayan

Jumat, 9 Januari 2026 - 11:40 WIB

Polri Semprot Jalan Lintas Aceh Selatan untuk Kurangi Debu Pasca Banjir

Berita Terbaru

Nasional

Siklon Tropis dan Pemanasan Global Perparah Bencana Sumatra

Selasa, 10 Feb 2026 - 13:23 WIB

Kolom

HPN: Lebarannya Wartawan, Pesta Besar Insan Pers

Senin, 9 Feb 2026 - 08:36 WIB

Sumber Instagram @kesultananbanjar_official

Sejarah & Arkeologi

Pahlawan Banjar, Panglima Wangkang: Darah Bakumpai yang Menolak Tunduk

Minggu, 8 Feb 2026 - 20:34 WIB