LUMAJANG, plus62.co– Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi dahsyat dengan memuntahkan lava dan material vulkanik, pada Rabu sore (19/11/2025).
Sebanyak 178 pendaki terjebak di kawasan Ranu Kumbolo. Beruntung, tim SAR memastikan seluruh pendaki dalam keadaan selamat karena berada di sisi utara gunung Semeru, jauh dari bukaan kawah serta jalur aliran lahar. Tim SAR menunda evakuasi hingga Kamis pagi ini demi menjaga keselamatan, mengingat jalur Pendakian rawan longsor pasca erupsi.
Menurut informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom abu teramati 2.000 meter di atas puncak (kurang lebih 5.676 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan barat laut. Erupsi ini terekam dalam seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sementara 16 menit 40 detik.
“Erupsi berupa awan panas masih berlangsung jarak luncur sudah mencapai 7 km dari puncak,” tulis PVMBG dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, aktivitas gunung mulai berangsur landai, namun status Semeru masih berada pada level IV (Awas) yang merupakan level tertinggi dalam status gunung berapi.
Bupati Lumajang Indah Amperawati, meminta untuk sesegera mungkin mengevakuasi 178 pendaki yang terjebak di Ranu Kumbolo.
“Ada sebanyak 178 pendaki yang ke Ranu Kumbolo, dan tidak boleh bergerak dari sana, saya minta kalau besok aman agar mereka segera di evakuasi untuk turun dari Ranu Kumbolo,” ujar Indah saat kejadian. (*)












