Ketua Pokja Wartawan Gunung Kaler Kecam Dugaan Pembohongan dan Kekerasan terhadap Jurnalis di Dinas Perkim Tangerang - Plus62.co

Ketua Pokja Wartawan Gunung Kaler Kecam Dugaan Pembohongan dan Kekerasan terhadap Jurnalis di Dinas Perkim Tangerang

- Jurnalis

Jumat, 12 September 2025 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Tangerang,Plus62.co – Viralnya insiden baku hantam dan dugaan intimidasi yang dilakukan oknum keamanan (Scurity) Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman (Perkim) Kabupaten Tangerang memicu kecaman keras dari kalangan jurnalis. Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Gunung Kaler–Kresek, Sibti Alex, menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap profesi wartawan.

Insiden terjadi pada Kamis, 11 September 2025, di depan Kantor Dinas Perkim saat seorang wartawan dari Gakorpan hendak melakukan konfirmasi. Adu argumen tak terhindarkan setelah oknum scurity berinisial (E) diduga menghalangi akses jurnalis dengan cara-cara yang dianggap tidak pantas.

Baca Juga :  Lebih dari 900 Karya Ikuti MHT 2026, Malam Penganugerahan 27 Agustus


“Saya mengecam keras tindakan dan sikap oknum scurity tersebut. Itu sudah masuk dugaan kekerasan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas,” tegas Alex.

Alex juga menyoroti pola pelayanan yang sering dilontarkan oknum scurity dengan alasan pejabat sedang rapat, lalu mengarahkan tamu untuk hanya mengisi buku tamu. Menurutnya, mekanisme tersebut tidak berjalan efektif karena tidak ada tindak lanjut dari pihak dinas.


“Kalau sudah mengisi buku tamu, seharusnya ada upaya dari dinas untuk menghubungi kembali. Tapi faktanya, pelayanan seperti itu malah jadi tameng agar wartawan tidak bisa bertemu langsung,” ungkap Alex.

Lebih jauh, Alex menyinggung adanya dugaan kejanggalan dalam pembangunan di Dinas Perkim, termasuk indikasi praktik jual beli proyek. Ia menilai sikap tertutup dinas terhadap upaya konfirmasi jurnalis memperkuat dugaan adanya hal-hal yang tidak beres.

Baca Juga :  Kebakaran Terjadi di Tegal Alur, Sebuah Rumah Ludes di Lalap Api


“Kami akan terus menelusuri apakah pelayanan seperti itu memang perintah atasan atau hanya kemauan oknum. Kalau ini dibiarkan, jelas akan mencoreng citra visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Tangerang,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketua PWI Jakpus: Usut Tuntas Dugaan Korupsi Rp15 Miliar Kepala Dinas Kebudayaan DKI



Atas kejadian ini, Alex mendesak Bupati dan Wakil Bupati Tangerang untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan memberikan sanksi tegas kepada Kepala Dinas Perkim maupun pejabat OPD lainnya yang pelayanan publiknya dinilai tidak maksimal.

“Kami minta stop segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis. Jangan sampai peristiwa seperti ini terulang kembali dan mencoreng nama baik Kabupaten Tangerang, apalagi saat ini Dinas Perkim sedang banyak mengerjakan proyek yang justru penuh kejanggalan,” tutup Alex.




(Rdw)

Berita Terkait

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau sampai ke Jakarta, Pramono Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada
Dugaan Kekerasan Dua Anak di Pemalang Naik Penyidikan, Kuasa Hukum Desak Terlapor Segera Ditahan
Pembuatan Biopori di Taman Jalan Permata Tegal Alur sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan
3 Pemuda di Kapuk Menjadi Korban Penganiayaan oleh OTK, 1 Orang Dibacok Tangan nyaris Putus
Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan, Timbulkan Kerusakan Lingkungan dan Habitat Satwa
Milad Ke-7 Media Lensa Polri, Mengalap Berkah dengan Berbagi
Penanggulangan Gempa NTT, Menkeu Purbaya Alokasikan Anggaran 5 Triliun Rupiah
Yandri Nalle Kecam Pernyataan Bimo soal Camat Kresek: Jangan Bangun Opini Tanpa Data

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:58 WIB

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau sampai ke Jakarta, Pramono Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada

Sabtu, 5 September 2026 - 09:25 WIB

Dugaan Kekerasan Dua Anak di Pemalang Naik Penyidikan, Kuasa Hukum Desak Terlapor Segera Ditahan

Jumat, 4 September 2026 - 13:27 WIB

Pembuatan Biopori di Taman Jalan Permata Tegal Alur sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan

Jumat, 4 September 2026 - 08:35 WIB

3 Pemuda di Kapuk Menjadi Korban Penganiayaan oleh OTK, 1 Orang Dibacok Tangan nyaris Putus

Kamis, 3 September 2026 - 20:32 WIB

Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan, Timbulkan Kerusakan Lingkungan dan Habitat Satwa

Berita Terbaru

Megapolitan

Kesit dan Bryan Gautama Dukung Pengembangan PPISHP Cengkareng

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:19 WIB

Megapolitan

Purbaya Dicopot, Bea Cukai Watch: Jangan Buru-buru Bernapas Lega

Rabu, 16 Sep 2026 - 10:39 WIB

Megapolitan

Pameran Ikan Hias APIC-Pokja PWI Jakbar Edukasi Ratusan Pelajar

Selasa, 15 Sep 2026 - 22:16 WIB