JAKARTA, plus62.co – Politisi Mahfud MD menyoroti aksi demo yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Ia menyatakan kepada media, minggu (31/8/2025), bahwa situasi belakangan ini mencekam akibat aksi demo di DPR yang menimbulkan kerusuhan meluas di berbagai tempat.
“Pertama memang situasi sekarang ini mencekam, karena peristiwa demo di DPR yang menimbulkan banyak korban dan kerusuhan yang meluas di seluruh tanah air, sehingga harus segera diselesaikan oleh pihak yang berwenang dan berwajib.” Ujar Mahfud
Mantan Menko Polhukam di era Jokowi itu juga menegaskan, bahwa ia mendukung aksi demo namun menyayangkan aksi tersebut sudah berimbas terlalu jauh.
“Kita tentu mendukung demo dan protes itu seratus persen, jika ada ketidakpuasan atau anggapan kesalahan yang dilakukan pengelola pemerintahan dan lembaga-lembaga politik. Kita setuju, perkeras saja protes, kita mengerti itu, tetapi yang terjadi sekarang mungkin sudah terlalu jauh.” Jelas Mahfud
Mahfud juga memaparkan sudah terlalu banyak korban dari kedua belah pihak, baik pihak pendemo maupun aparat sehingga menimbulkan situasi yang tidak sehat.
” Demo itu sudah menewaskan saudara Affan, yang di DPR itu, di Makasar juga diberitakan 3 orang tewas ketika gedung DPRD itu diserbu dan dibakar oleh massa. Di Bandung, polisi itu dikejar-kejar habis oleh massa, sampai lari berhamburan, ditangkap dan ditendang, itu sudah tidak sehat.” Tandasnya
Ia juga mengimbau kepada para pendemo dan aparat agar saling memahami, pendemo harus terukur dalam aksinya dan aparat jangan bertindak sewenang-wenang. Menurut Mahfud, dalam peristiwa ini semua yang bertanggung jawab adalah atasan.
“Mari kita sadari saudara, bahwa ini tidak bagus, harus kita selesaikan, para demonstran saya tetap mendukung, tapi mari harus terukur juga agar negara ini selamat, kepada petugas lapangan juga supaya tidak sewenang-wenang, saya paham petugas lapangan itu terjepit, di satu sisi dia harus bertugas mengamankan situasi yang merupakan perintah dari atasan, tapi dia di lapangan harus menghadapi massa yang sudah sangat marah, oleh sebab itu ini yang harus bertanggungjawab adalah atasan.” Tutup Mahfud. (*)












