Warga Geruduk Pos Dishub di Parung Panjang, Protes Truk Tambang Beroperasi di Luar Jam Operasional - Plus62.co

Warga Geruduk Pos Dishub di Parung Panjang, Protes Truk Tambang Beroperasi di Luar Jam Operasional

- Jurnalis

Selasa, 16 September 2025 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan Layar warga geruduk pos dishub kabupaten Bogor (dok.istimewa)

Tangkapan Layar warga geruduk pos dishub kabupaten Bogor (dok.istimewa)

JAKARTA,plus62.co – Sebuah video menunjukkan aksi warga menggeruduk pos Dinas Perhubungan (Dishub) di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, viral di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, warga tampak meluapkan kemarahan mereka terhadap kinerja Dishub yang diduga melakukan pembiaran terhadap truk tambang yang masih beroperasi di luar jam operasional.

Baca Juga :  Viral! Cekcok Petugas Dishub dan Sopir Truk Memicu Kemarahan Netizen



Dalam video, sejumlah warga terdengar meneriakkan protes dengan nada keras. Warga juga terlihat menggiring dishub dari pos mereka untuk turun mengatur lalulintas.

“Woy kerja, lu digaji pakai uang rakyat, gawe naon sia, gawe gawe! Jangan duduk manis, mobil operasional dengan muatan melintas,”teriak warga.

Baca Juga :  Korlantas Polri Serius Tangani ODOL, Rocky Gerung: Modifikasi kendaraan Adalah Penghinaan terhadap Akal Sehat


Salah satu sopir truk dalam video ikut bicara. Ia menilai Dishub Kabupaten Bogor tidak pernah sigap dalam menangani kemacetan yang sering terjadi akibat lalu lintas truk tambang.

“Gak siang, gak pagi, gak sore kendaraan macet, pada leha-leha aja, ngopi ngerokok doang kerjanya. Cuma diliatin doang, gak ada kerjanya sama sekali,”ujarnya.

Sementara Dishub kabupaten Bogor, hingga berita ini diunggah belum dikonfirmasi. Kendati demikian, Plus62.co akan berupaya mendapatkan keterangan resminya.



Baca Juga :  Korlantas Polri Komitmen, Gencarkan Sosialisasi dan Tegur Kendaraan ODOL


(Rdw)

Berita Terkait

Kekerasan Seksual di Pesantren Berulang, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau sampai ke Jakarta, Pramono Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada
Dugaan Kekerasan Dua Anak di Pemalang Naik Penyidikan, Kuasa Hukum Desak Terlapor Segera Ditahan
Pembuatan Biopori di Taman Jalan Permata Tegal Alur sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan
3 Pemuda di Kapuk Menjadi Korban Penganiayaan oleh OTK, 1 Orang Dibacok Tangan nyaris Putus
Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan, Timbulkan Kerusakan Lingkungan dan Habitat Satwa
Milad Ke-7 Media Lensa Polri, Mengalap Berkah dengan Berbagi
Penanggulangan Gempa NTT, Menkeu Purbaya Alokasikan Anggaran 5 Triliun Rupiah

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 07:50 WIB

Kekerasan Seksual di Pesantren Berulang, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Minggu, 6 September 2026 - 17:58 WIB

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau sampai ke Jakarta, Pramono Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada

Sabtu, 5 September 2026 - 09:25 WIB

Dugaan Kekerasan Dua Anak di Pemalang Naik Penyidikan, Kuasa Hukum Desak Terlapor Segera Ditahan

Jumat, 4 September 2026 - 13:27 WIB

Pembuatan Biopori di Taman Jalan Permata Tegal Alur sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan

Jumat, 4 September 2026 - 08:35 WIB

3 Pemuda di Kapuk Menjadi Korban Penganiayaan oleh OTK, 1 Orang Dibacok Tangan nyaris Putus

Berita Terbaru

Megapolitan

Letjen Cantiasa: PHDI Harus Jadi Rumah Besar Umat Hindu

Rabu, 7 Okt 2026 - 17:31 WIB

Megapolitan

UKW PWI Jaya ke-66 Selesai, 20 Wartawan Kompeten

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:42 WIB