Siklon Tropis dan Pemanasan Global Perparah Bencana Sumatra - Plus62.co

Siklon Tropis dan Pemanasan Global Perparah Bencana Sumatra

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN – Perubahan iklim disebut menjadi pemicu meningkatnya frekuensi bencana alam dalam beberapa tahun terakhir. Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra pada penghujung 2025 menjadi bukti nyata dampak tersebut.


“Bencana alam yang terjadi akhir tahun lalu di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat disebabkan iklim dunia yang terus memanas serta adanya siklon tropis di sekitar Sumatra,” kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Dr. Ardhasena Sopaheluwakan.


Pernyataan itu disampaikan Ardhasena saat menjadi pembicara dalam diskusi ilmiah bertajuk Dialektika Sawit Indonesia:

Perubahan Iklim Global sebagai Pemicu Bencana di Sumatra di Kampus Universitas Sumatra Utara (USU), Medan, Selasa (10/2).
Dalam paparannya, Ardhasena menyebut terdapat sedikitnya 10 badai tropis yang awal pertumbuhannya terdeteksi di Laut Banda.

Baca Juga :  Polda NTT Konfirmasi Penemuan Satu Jenazah di Bangkai KM Putri Sakinah

Jika diperluas ke arah selatan, lebih dari 30 siklon tropis tercatat tumbuh di wilayah tersebut.


“Wilayah ini sering menjadi titik awal bibit siklon,” ujarnya.


Perubahan iklim yang ditandai cuaca ekstrem, lanjut dia, turut mendorong curah hujan ekstrem di Sumatra pada November dan Desember 2025. Curah hujan tinggi dipicu pusaran badai, konvergensi atau pertemuan massa udara yang membentuk awan masif, serta konveksi akibat pemanasan suhu permukaan laut.


Ia mengingatkan, hingga Juni tahun ini curah hujan tinggi berpotensi terjadi di wilayah selatan khatulistiwa. Kondisi tersebut perlu diantisipasi dengan langkah mitigasi yang tepat.


“Hingga Juni akan terjadi curah hujan tinggi di kawasan selatan khatulistiwa. Kondisi ini perlu diantisipasi,” kata Ketua Umum Asosiasi Ahli Atmosfer Indonesia (A3I) itu.

Baca Juga :  Polri Semprot Jalan Lintas Aceh Selatan untuk Kurangi Debu Pasca Banjir


Data satelit BMKG menunjukkan siklon tropis Senyar pada November 2025 memicu hujan sangat tinggi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Lima lokasi dengan curah hujan tertinggi antara lain Singkil Utara (Aceh) 225 mm, Limau Purut 182 mm, Ulakan Tapakis 177 mm, Stasiun Klimatologi Padang Pariaman 167,5 mm, dan Tambang Semen Padang 145 mm.


Di Sumatra Utara, tiga wilayah di Kabupaten Langkat—Gebang, Cempa, dan Secanggang—juga mencatat curah hujan sangat tinggi pada akhir November 2025.


Menurut Ardhasena, curah hujan normal berada di angka 474 mm. Namun pada November 2025, curah hujan mencapai 1.356 mm. Saat bencana terjadi, intensitas hujan bahkan mencapai tiga kali lipat dari angka tersebut.

Baca Juga :  Kejari Jakarta Barat Dukung Program PWI Tingkatkan Pelayanan Hukum di Masyarakat


Ia menjelaskan, perubahan iklim merupakan perubahan signifikan pola cuaca global atau regional dalam jangka panjang, biasanya puluhan hingga ratusan tahun. Tahun 2025 juga tercatat sebagai tahun terpanas ketiga dalam sejarah pencatatan suhu bumi.


Ke depan, curah hujan maksimum harian diprediksi meningkat dan kejadian cuaca ekstrem akan semakin sering. Curah hujan di atas 250 mm yang sebelumnya memiliki periode ulang 100 tahun, diperkirakan akan lebih sering terjadi dengan periode ulang di bawah 20 tahun.


“Perubahan iklim global dengan suhu bumi yang terus memanas menjadi penyebab utama hujan ekstrem yang memicu bencana seperti banjir dan tanah longsor,” kata Ardhasena.

Berita Terkait

Lebih 1.000 Wartawan Tiba di Banten Sambut HPN 2026
HPN 2026 PWI Salurkan Ribuan Sembako dan Gelar Donor Darah
Hujan Lebat Guyur Pemalang, Banjir Terjadi di Sejumlah Titik; Sekolah Beberapa Wilayah Belajar Daring
Keamanan Negara yang Gagap Membaca Ancaman
Menuju Pers Tangguh, Retret PWI 2026 Diharapkan Berkelanjutan
Alarm Pintu Air 10 Berbunyi, Cisadane Waspada Banjir Meluap
TNI AL dan Tim SAR Temukan Korban Laka Laut di Perairan Karimun
Hujan Lebat Picu Banjir Susulan di Aceh Timur, Polisi Siagakan Perahu Evakuasi

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:23 WIB

Siklon Tropis dan Pemanasan Global Perparah Bencana Sumatra

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:53 WIB

Lebih 1.000 Wartawan Tiba di Banten Sambut HPN 2026

Kamis, 5 Februari 2026 - 18:12 WIB

HPN 2026 PWI Salurkan Ribuan Sembako dan Gelar Donor Darah

Kamis, 5 Februari 2026 - 07:50 WIB

Hujan Lebat Guyur Pemalang, Banjir Terjadi di Sejumlah Titik; Sekolah Beberapa Wilayah Belajar Daring

Senin, 2 Februari 2026 - 09:31 WIB

Keamanan Negara yang Gagap Membaca Ancaman

Berita Terbaru

Nasional

Siklon Tropis dan Pemanasan Global Perparah Bencana Sumatra

Selasa, 10 Feb 2026 - 13:23 WIB

Kolom

HPN: Lebarannya Wartawan, Pesta Besar Insan Pers

Senin, 9 Feb 2026 - 08:36 WIB

Sumber Instagram @kesultananbanjar_official

Sejarah & Arkeologi

Pahlawan Banjar, Panglima Wangkang: Darah Bakumpai yang Menolak Tunduk

Minggu, 8 Feb 2026 - 20:34 WIB