Putin Usulkan Perundingan dengan Ukraina pada 15 Mei di Istanbul - Plus62.co

Putin Usulkan Perundingan dengan Ukraina pada 15 Mei di Istanbul

- Jurnalis

Minggu, 11 Mei 2025 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Rusia Vladimir Putin mengusulkan perundingan langsung dengan Ukraina yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Mei di Istanbul. Putin menekankan bahwa tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk mencapai perdamaian yang langgeng

Presiden Rusia Vladimir Putin mengusulkan perundingan langsung dengan Ukraina yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Mei di Istanbul. Putin menekankan bahwa tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk mencapai perdamaian yang langgeng

Jakarta,plus62.co – Presiden Rusia Vladimir Putin mengusulkan perundingan langsung dengan Ukraina yang di jadwalkan berlangsung pada 15 Mei di Istanbul.

Putin menekankan bahwa tujuan utama dari pertemuan ini adalah. Untuk mencapai perdamaian yang langgeng dan mengatasi akar penyebab konflik yang telah berlangsung sejak 2022.

“Rusia mengusulkan perundingan langsung dengan Ukraina di Istanbul dalam upaya untuk menghilangkan akar penyebab konflik. Dan untuk mencapai pemulihan perdamaian jangka panjang dan langgeng,” ujar Putin di kutip USA today (11/5/2025).


Putin juga menyatakan bahwa inisiatif perundingan ini bukan berasal dari ketidak inginan Moskow untuk berdialog. Melainkan keputusan dari pihak Ukraina yang menghentikan pembicaraan sebelumnya.

Baca Juga :  Begitu Besar Karomah Guru Sekumpul Sampe Moll Dipake Berzikir Saking Gak ada Tempat Lagi Ya Allah


“Bukan Rusia yang memutuskan perundingan pada tahun 2022, melainkan Kyiv. Meskipun demikian, kami mengusulkan agar Kyiv melanjutkan perundingan langsung tanpa prasyarat apa pun. Merujuk pada gagalnya pembicaraan damai setelah invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022,”katanya


Lebih lanjut, Putin menyampaikan bahwa pihaknya telah menetapkan tanggal perundingan. Dan menyerahkan keputusan akhir kepada otoritas Ukraina serta negara-negara Barat yang mendukung mereka.

“Kami menawarkan kepada otoritas Kyiv untuk melanjutkan negosiasi pada hari Kamis, di Istanbul. Usulan kami, seperti yang mereka katakan, sudah ada di atas meja. Keputusan sekarang ada di tangan otoritas Kyiv dan kurator mereka, yang tampaknya di pandu oleh ambisi politik pribadi mereka, dan bukan oleh kepentingan rakyat mereka,”tambahnya.

Baca Juga :  Beatrice Gobang Bawa Tembang Indonesia ke New York


Sementara itu, negara-negara besar Eropa pada hari Sabtu menyatakan dukungan terhadap gencatan senjata tanpa syarat selama 30 hari di Ukraina. Dukungan ini juga datang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang memperingatkan Rusia akan sanksi baru jika usulan tersebut di tolak.

Trump, yang telah menyatakan keinginannya untuk di kenang sebagai pembawa damai, menegaskan bahwa pemerintahannya ingin mengakhiri konflik yang di gambarkannya sebagai pertumpahan darah akibat perang proksi antara AS dan Rusia.

Di sisi lain, mantan Presiden AS Joe Biden, bersama dengan para pemimpin Eropa Barat dan Ukraina menilai. Invasi Rusia sebagai tindakan ekspansionisme bergaya kekaisaran. Mereka bersumpah untuk terus menentang agresi Rusia dan mempertahankan kedaulatan Ukraina.

Baca Juga :  Ribuan Wisatawan Serbu KL Durian Fest 2025, Harga Terjangkau dan Rasa Juara


Putin menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa konflik ini adalah titik balik dalam hubungan Rusia dengan Barat. Yang menurutnya telah lama meremehkan dan mempermalukan Rusia sejak runtuhnya Uni Soviet.

“Barat telah memperluas NATO dan melanggar wilayah pengaruh Rusia, termasuk Ukraina. Ini adalah momen penting dalam sejarah hubungan kami dengan Barat,”pungkas Putin.


(Rdw)

Berita Terkait

Beatrice Gobang Bawa Tembang Indonesia ke New York
Profesi Bergaji Fantastis Rp5 Miliar, Tapi Setiap Detiknya Menghadapi Kematian
Pernyataan Jurnalis Alon Mizrahi Soroti Ketegangan AS–Iran
Amerika, Iran, dan Bayang-Bayang Nuklir
Di Balik Serangan ke Iran, Trump Hadapi Ujian Berat di Dalam Negeri
Di Bawah Tekanan Sanksi, Iran Disebut Manfaatkan Kripto untuk Bertahan
Andai Nuklir Menghantam Iran: Dunia Tak Lagi Sama
Situasi Keamanan Bahrain Dalam Pemantauan Usai Ketegangan Iran–AS
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:19 WIB

Beatrice Gobang Bawa Tembang Indonesia ke New York

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:58 WIB

Profesi Bergaji Fantastis Rp5 Miliar, Tapi Setiap Detiknya Menghadapi Kematian

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:00 WIB

Pernyataan Jurnalis Alon Mizrahi Soroti Ketegangan AS–Iran

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:14 WIB

Amerika, Iran, dan Bayang-Bayang Nuklir

Sabtu, 7 Maret 2026 - 12:40 WIB

Di Balik Serangan ke Iran, Trump Hadapi Ujian Berat di Dalam Negeri

Berita Terbaru

Megapolitan

Safari Syawal Jaktim, Pemkot Jaga Harmoni dengan Tokoh Agama

Jumat, 27 Mar 2026 - 13:03 WIB

Megapolitan

Aturan Ada, Penindakan Nihil: Parkir Liar Jakpus Disorot

Jumat, 27 Mar 2026 - 12:56 WIB