BISNIS – Prinsip 20/80 atau konsep Pareto mulai dikenal sejak akhir abad ke-19. Gagasan ini pertama kali diperkenalkan oleh ekonom Italia, Vilfredo Pareto, sekitar tahun 1890-an.Pareto mengamati bahwa sekitar 80 persen tanah di Italia saat itu dimiliki hanya oleh sekitar 20 persen penduduk.
Temuan ini membuatnya menyadari adanya pola ketimpangan yang berulang: sebagian kecil kelompok menguasai sebagian besar sumber daya.Penemuan tersebut kemudian dikenal sebagai “Distribusi Pareto”. Awalnya digunakan dalam kajian ekonomi dan kepemilikan kekayaan, namun seiring waktu pola 20/80 ditemukan juga dalam banyak bidang lain.
Prinsip Pareto 20/80 menggambarkan satu pola yang berulang dalam kehidupan: sekitar 20 persen pihak sering menjadi pemilik, penggerak, atau penyumbang dari 80 persen hasil yang ada.
Di dunia ekonomi dan bisnis, sekitar 20 persen pelaku usaha biasanya menguasai 80 persen pasar dan keuntungan. Sebagian kecil investor mengendalikan porsi besar aset, sementara mayoritas lainnya berbagi sisanya.
Dalam perusahaan, sekitar 20 persen karyawan sering menyumbang 80 persen produktivitas dan inovasi. Mereka menjadi motor utama yang menjaga organisasi tetap bergerak dan berkembang.
Dalam konteks kekayaan, pola ini juga terlihat jelas. Sekitar 20 persen kelompok masyarakat menguasai 80 persen aset dan sumber daya ekonomi. Ketimpangan ini menjadi fenomena global yang terus berulang dari waktu ke waktu.
Di bidang sosial, hanya sekitar 20 persen orang yang menyumbang 80 persen pengaruh dalam komunitas. Mereka menjadi penentu arah, opini, dan keputusan penting.
Dalam kehidupan pribadi pun demikian. Sekitar 20 persen kebiasaan, keputusan, dan relasi sering menentukan 80 persen kualitas hidup seseorang—baik dalam kesehatan, karier, maupun kebahagiaan.
Prinsip 20/80 menunjukkan bahwa sebagian kecil pemilik, pelaku, atau faktor utama sering menjadi penyumbang terbesar dari keseluruhan hasil. Sementara sebagian besar lainnya hanya mengisi porsi kecil.
Memahami pola ini membuat kita sadar: bukan jumlah yang menentukan kekuatan, tetapi posisi dan dampak. Sebab dalam banyak hal, 20 persen selalu memegang 80 persen pengaruh.






