‎Polsek Totikum Sulawesi Tengah, Dinilai Lamban Tangani Laporan Warga‎ - Plus62.co

‎Polsek Totikum Sulawesi Tengah, Dinilai Lamban Tangani Laporan Warga‎

- Jurnalis

Selasa, 13 Mei 2025 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy



SULAWESI – Kepolisian Sektor (Polsek) Totikum selatan Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah, diduga lamban menangani Kasus laporan Penganiayaan dan pelecehan di wilayah hukumnya.

‎Hal ini bermula atas pengakuan Joice Enjela dan Erni yopi warga Desa Tonuson Kecamatan Totikum selatan Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah sudah melaporkan dua pria berinisial EY dan JY yang telah menganiaya dan melecehkan korban Joice Enjela kepada Polsek Totikum selatan. Korban mengeluh lambannya penanganan kasus pelaporan di polsek Totikum selatan, padahal laporannya sejak 25 Januari 2025 lalu.

‎“Itu sudah kami laporkan bahkan sudah dua kali kami bikin laporan pada tanggal 25 dan 26 Januari 2025, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari PolsekTotikum selatan”. Ungkap Joice Enjela kepada Media, pada hari Senin (22/5/2025).

‎Joice Enjela pun mengaku tidak habis pikir penyebabnya, padahal menurutnya kasus tersebut, sudah hampir 4 bulan berlalu, namun terlapor masih bebas berkeliaran, sehingga membuat resah korban atas lambannya penanganan kasus itu.

Joice Enjela menceritakan, “kasus ini bermula dari Rumah ibu saya Erni yopi pada tanggal 24/1/2025 pukul 17.30, EY dan JY menendang pintu kamar lalu mencekik ibu saya Erni pada saat posisi erni terbaring.”

‎Lalu lanjut di Pagi hari pada tanggal 25/1/2025 mendatangi rumah sekitar jam 8 lewat, waktu itu Joice Enjela hendak mandi, tiba- tiba ia mendengar suara dobrakan pintu yang sangat keras dan langsung keluar mengenakan handuk tanpa busana.

‎Saat Enjel keluar dari kamar mandi langsung di serang pelaku EY, EY memukul Enjel sebanyak 4 kali, 2 kali di Rahang 2 kali di dada. Tak sampai disitu, pelaku sempat menarik handuk yang dikenakan Enjel sehingga terlihat organ intimnya.

“‎Setelah itu pelaku JY berusaha menjaga pintu agar saya bersama ibu tidak bisa keluar, kami sempat berteriak minta tolong tapi tidak ada yang menolong. Akhirnya pelaku EY dan JY keluar dari rumah, sambil cekcok adu serang mulut.” tukas Enjel kepada media.

‎“Identitas terlapor sudah dikantongi, saat dipertanyakan perkembangannya, saya tidak di respon, ” kata Joice Enjela selaku korban.

‎Joice Enjela berharap kerjasama yang baik antara pihak kepolisian segera menangkap EY dan JY, sehingga yang dilakukan pelaku sudah membuat si korban Joice Enjela mengalami trauma berat.

‎Di tempat terpisah Andianus Laia SH,C,NSP,C,MSP Pengacara Muda mengatakan, “Ada apa dengan Aparat Penegak Hukum tutup mata, kok penanganan atas laporan warga serasa tidak ditangani, ” Ungkapnya.

‎Sikap sigap kepolisian itu sangat jelas bahwa Kepolisian harus segera merespons laporan warga dan melakukan tindakan yang tepat untuk menangani situasi tersebut. Empati kepolisian itu selalu ditunggu masyarakat yaitu Kepolisian harus menunjukkan empati terhadap warga yang melaporkan kejadian, terutama jika kejadian tersebut menyebabkan korban, “tegas Andianus Laia, S.H.

‎masih kata dia, Masyarakat sangat menginginkan langkah cepat tanggap dari pihak kepolisian atas laporan warga.

Baca Juga :  Kapolsek Tambora Ngopi Bareng Tokoh Masyarakat Duri Utara

“kasihan warga, kemana lagi mereka akan meminta keadilan, ” tutupnya.


‎(Tim)

Baca Juga :  Bakamla RI Rayakan HUT ke-20, Tegaskan Peran Garda Terdepan Keamanan Laut

Berita Terkait

PASTI Soroti SP3 Kasus Dugaan Diskriminasi Siswi SD di Sorong, Minta Atensi Presiden dan Kapolri
HPN: Lebarannya Wartawan, Pesta Besar Insan Pers
Presiden Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro, Tegaskan Keadilan dan Kemakmuran Rakyat
Yang Jujur Banyak, Yang Menang yang Punya Uang
Percikan Las Diduga Picu Kebakaran Pabrik Kosong di Kamal Muara Penjaringan
Debt Collector Diduga Bertindak Preman, Warga Tantang Polisi Bertindak
Dia Adikku
Wartawan di Era Perang Opini: Pilar Demokrasi yang Tak Boleh Runtuh

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 20:52 WIB

PASTI Soroti SP3 Kasus Dugaan Diskriminasi Siswi SD di Sorong, Minta Atensi Presiden dan Kapolri

Senin, 9 Februari 2026 - 08:36 WIB

HPN: Lebarannya Wartawan, Pesta Besar Insan Pers

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:31 WIB

Yang Jujur Banyak, Yang Menang yang Punya Uang

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:23 WIB

Percikan Las Diduga Picu Kebakaran Pabrik Kosong di Kamal Muara Penjaringan

Senin, 2 Februari 2026 - 22:56 WIB

Debt Collector Diduga Bertindak Preman, Warga Tantang Polisi Bertindak

Berita Terbaru

TNI & Polri

Kodaeral IV Siap Latihan Pertahanan Pantai di Perairan Babel

Selasa, 10 Feb 2026 - 20:57 WIB

Nasional

Siklon Tropis dan Pemanasan Global Perparah Bencana Sumatra

Selasa, 10 Feb 2026 - 13:23 WIB

Kolom

HPN: Lebarannya Wartawan, Pesta Besar Insan Pers

Senin, 9 Feb 2026 - 08:36 WIB

Sumber Instagram @kesultananbanjar_official

Sejarah & Arkeologi

Pahlawan Banjar, Panglima Wangkang: Darah Bakumpai yang Menolak Tunduk

Minggu, 8 Feb 2026 - 20:34 WIB