JAKARTA, PLUS62.CO— Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan 86 unit alat berat dan 18 unit dump truck untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di sejumlah provinsi di Sumatra. Alat berat tersebut di sebar di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Pengerahan di fokuskan pada pembersihan lumpur dan material banjir, pembukaan akses jalan dan jembatan, normalisasi aliran sungai, serta pemulihan fasilitas umum, sekolah, tempat ibadah, dan permukiman warga.
Di Aceh, sebanyak 27 unit alat berat di kerahkan di sejumlah kabupaten, antara lain Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bireuen, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Selatan, dan Aceh Tenggara. Alat berat di gunakan untuk membuka akses wilayah yang sempat terisolasi, membersihkan rumah warga, serta memperkuat tanggul sungai. Personel Polri juga bekerja bersama masyarakat dalam proses pemulihan.
Sementara itu, di Sumatera Barat, Polri mengoperasikan 12 unit alat berat dan 10 unit dump truck di Kabupaten Padang Pariaman. Agam, dan Pasaman Barat. Kegiatan di fokuskan pada pembersihan permukiman, fasilitas publik, serta pembukaan jalur distribusi logistik yang terdampak banjir.
Di Sumatera Utara, sebanyak 47 unit alat berat di kerahkan di wilayah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Tapanuli Utara. Fokus utama di arahkan pada pembukaan jalur transportasi akibat longsor serta pembersihan material banjir di kawasan permukiman.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan Polri terus berupaya menjangkau seluruh wilayah terdampak bencana.
“Polri tidak akan berhenti hingga akses di lokasi bencana kembali pulih. Masih ada desa dan permukiman yang membutuhkan bantuan, dan kami terus mengerahkan kemampuan yang ada,” ujar Trunoyudo.
Polri memastikan proses pemulihan di lakukan secara bertahap dan berkelanjutan, dengan prioritas pada kebutuhan masyarakat terdampak hingga aktivitas sosial dan ekonomi kembali berjalan normal.
(Rnt)






