Kaya Raya, Lalu Menjadi Manusia - Plus62.co

Kaya Raya, Lalu Menjadi Manusia

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Jaya Suprana

Pada usia 53 tahun, manusia terkaya di dunia menerima vonis dokter: sisa hidupnya tinggal satu tahun. Ia adalah John D. Rockefeller.

Hidup Rockefeller nyaris tanpa tanding. Pada usia 25 tahun, ia telah memiliki kilang minyak terbesar di Amerika Serikat. Enam tahun kemudian, ia memimpin perusahaan paling berkuasa di dunia. Usia 38 tahun, ia menguasai 90 persen produksi minyak nasional.

Baca Juga :  Wangi Tak Terlihat dan Langit yang Terbelah di Malam Selasa Kliwon Gunung Padang

Setiap keputusan diambil dengan kalkulasi ketat. Setiap relasi dijadikan pengaruh. Setiap dolar diputar untuk menjadi lebih besar. Pada usia 50 tahun, Rockefeller mencatat sejarah sebagai miliarder pertama dunia—dengan kekayaan setara 340 miliar dolar AS saat ini.

Ia memenangkan permainan uang. Namun kalah dalam permainan kehidupan.

Baca Juga :  Ketika Pinjaman Online dan Bank Keliling Menjadi Penolong

Memasuki usia 53 tahun, tubuhnya runtuh. Organ-organ melemah. Rasa sakit datang setiap hari. Rambut rontok. Makan hanya bisa sup dan biskuit. Mimpi lenyap. Kebahagiaan menguap. Para dokter memastikan: hidupnya tinggal satu tahun.
Di titik itu, Rockefeller tersadar. Manusia mustahil memiliki segalanya. Harta tak bisa dibawa ke alam baka. Ia bangun dari tidur panjang ambisi.

Baca Juga :  Ketika Salju Turun di Arab Saudi

Ia memanggil para pengacara dan akuntan. Kekayaannya direorganisasi untuk rumah sakit, riset medis, dan kegiatan amal. Pada 1913, berdirilah The Rockefeller Foundation.

Dunia mulai berubah. Yayasan ini membiayai riset medis yang kelak mengantar Alexander Fleming menemukan penisilin—penemuan yang menyelamatkan jutaan nyawa. Pendidikan dan layanan kesehatan di berbagai belahan dunia ikut terdorong.

Berita Terkait

Rokok Ilegal Dijual Terang-terangan, Publik Pertanyakan Ketegasan Aparat
Kantor Hukum Rinto Hartoyo Agus Berhasil Tuntaskan Sengketa Aset 2.500 Meter dalam Hitungan Pekan
Ketika Pinjaman Online dan Bank Keliling Menjadi Penolong
Wangi Tak Terlihat dan Langit yang Terbelah di Malam Selasa Kliwon Gunung Padang
Brimob BKO Polda Sumbar Cari Korban dan Salurkan Bantuan Banjir di Palembayan
Polri Semprot Jalan Lintas Aceh Selatan untuk Kurangi Debu Pasca Banjir
Ketika Salju Turun di Arab Saudi
Gubernur Pramono Tinjau Lokasi Kebakaran Terra Drone, Pemprov DKI Tanggung Jawab Biaya Pemakaman Korban
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:21 WIB

Rokok Ilegal Dijual Terang-terangan, Publik Pertanyakan Ketegasan Aparat

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:43 WIB

Kantor Hukum Rinto Hartoyo Agus Berhasil Tuntaskan Sengketa Aset 2.500 Meter dalam Hitungan Pekan

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:29 WIB

Ketika Pinjaman Online dan Bank Keliling Menjadi Penolong

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:25 WIB

Kaya Raya, Lalu Menjadi Manusia

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:14 WIB

Wangi Tak Terlihat dan Langit yang Terbelah di Malam Selasa Kliwon Gunung Padang

Berita Terbaru

Caption:
Menteri HAM , Wakil Menteri Komunikasi dan Digital , dan Ketua Komisi XIII DPR RI saat Kick Off dan Launching Program Media Pers dan Pembangunan HAM di Indonesia di Hotel Sahid Jaya, Rabu (11/3/2026). Istimewa.

Megapolitan

Pigai: Pers Pilar Penting Pembangunan HAM di Indonesia

Kamis, 12 Mar 2026 - 10:03 WIB

Olahraga

PWI Malut Kecam Pencabutan Laporan terhadap Bos Malut United

Selasa, 10 Mar 2026 - 16:07 WIB