Pemalang, Jawa Tengah — Sejak sore tadi wilayah Kabupaten Pemalang kembali diguyur hujan dengan intensitas tinggi yang dimulai sekitar pukul 17.00–18.00 WIB (4/2/2026),.
Hujan deras ini menyebabkan genangan air dan banjir lokal di beberapa kecamatan, sehingga beberapa sekolah mengalihkan proses belajar mengajar ke daring guna menjaga keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Ali Basarah seorang warga mengatakan bahwa Pemalang diguyur hujan lebat dari semalam.
“Mohon doanya kawan2 daerah ku Pemalang diguyur hujan dari jam 5 sore, sekarang beberapa wilayah banjir, beberapa sekolah belajar Daring,” ucap Ali Kamis (5/2/2026).
BMKG mencatat adanya peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Pemalang yang berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah kecamatan, termasuk Pulosari, Belik, Watukumpul, Comal, Ulujami, dan lain‑lain. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi secara tiba‑tiba.
Banjir yang terjadi sore ini merupakan kelanjutan dari rentetan bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Pemalang dan sekitarnya. Belum lama ini, banjir bandang menerjang beberapa desa seperti Desa Penakir di Kecamatan Pulosari, menyebabkan rumah‑rumah terendam, puluhan warga mengungsi, dan akses jalan serta infrastruktur terdampak parah.
Pemerintah Kabupaten Pemalang bersama BPBD dan instansi terkait terus menanggapi situasi ini. Upaya penanganan darurat serta pemulihan infrastruktur, termasuk pemasangan jembatan pengganti di titik terdampak, tengah dilaksanakan untuk memperlancar mobilitas warga terdampak banjir sebelumnya.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti informasi cuaca terbaru dan selalu mengutamakan keselamatan diri serta keluarga di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.






