HIKMAHBUDHI Rayakan Harlah ke-55, Tegaskan Peran Organisasi Mahasiswa sebagai Kawah Candradimuka Pemimpin Bangsa - Plus62.co

HIKMAHBUDHI Rayakan Harlah ke-55, Tegaskan Peran Organisasi Mahasiswa sebagai Kawah Candradimuka Pemimpin Bangsa

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – HIKMAHBUDHI atau Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia menggelar Perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-55 pada Kamis, 21 Mei 2026 di Aula Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Senayan, Jakarta Pusat. Perayaan tersebut mengusung tema “55 Tahun HIKMAHBUDHI: Atta Dipa Bhava – Menjadi Pelita Bagi Bangsa”.

Tema itu mencerminkan semangat generasi muda Buddhis untuk menjadi sumber inspirasi, cahaya, serta penggerak perubahan positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Cikal bakal organisasi ini berasal dari KMBDJ (Keluarga Mahasiswa Buddhis Djakarta) yang berdiri pada 16 Mei 1971 dan memiliki majalah bernama HIKMAHBUDHI. Dalam perkembangannya, HIKMAHBUDHI bertransformasi menjadi organisasi mahasiswa Buddhis tingkat nasional pada 1988.

Selama perjalanan sejarahnya, HIKMAHBUDHI dikenal aktif dalam berbagai dinamika gerakan mahasiswa Indonesia, termasuk turut mengambil bagian dalam momentum Reformasi 1998. Organisasi ini konsisten menyuarakan nilai kebangsaan, kemanusiaan, pendidikan, dan pengabdian sosial.

Baca Juga :  Pembangunan Pasar Gardu Asem Dimulai, Pemprov DKI Genjot Revitalisasi Pasar

Panitia menyebut, peringatan Harlah ke-55 menjadi momentum refleksi perjalanan panjang organisasi sekaligus memperkuat komitmen HIKMAHBUDHI agar terus hadir sebagai organisasi progresif, humanis, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Acara dihadiri berbagai tokoh nasional, alumni, mahasiswa Buddhis, serta tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd menegaskan pentingnya organisasi kemahasiswaan sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan dan pembentukan karakter generasi muda.

“Di situlah para calon pemimpin berkumpul menggembleng dirinya. Organisasi itu tempat belajar dikritik, belajar dipuji, bahkan belajar tidak disukai orang,” ujar Fauzan.

Menurutnya, pengalaman berorganisasi penting agar mahasiswa tidak tumbuh menjadi sosok pemimpin yang hanya ingin mendapatkan pujian.

“Kalau seorang pemimpin hanya ingin dipuji, maka kepemimpinannya tidak akan balance,” katanya.

Baca Juga :  HIKMAHBUDHI dan Institut Nalanda lakukan MoU, Perkuat Kolaborasi dalam bidang Pendidikan

Fauzan menegaskan organisasi kemahasiswaan harus terus dijaga eksistensinya karena memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda berkualitas dan berkomitmen moral terhadap bangsa.

“Kementerian memiliki kewajiban mendampingi dan mengantarkan mahasiswa sesuai passion mereka. Kalau passion-nya di organisasi, tentu harus kita dukung,” tegasnya.

Ia menambahkan, organisasi mahasiswa merupakan bagian penting dari proses pembelajaran demokrasi dan kepemimpinan.

“Organisasi kemahasiswaan itu tempat belajar untuk menjadi lebih baik lagi, bukan tempat istirahat,” ungkapnya.

Fauzan berharap mahasiswa yang aktif berorganisasi mampu menjadi pemimpin yang memiliki integritas, kompetensi, dan kepekaan sosial.

“Keberlanjutan bangsa ini tidak hanya bisa mengandalkan teknologi saja, tetapi juga karakter manusianya. Itu yang paling penting,” tutupnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Drs. Supriyadi, M.Pd menekankan pentingnya mahasiswa untuk terus kreatif, inovatif, dan mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Baca Juga :  PWI Jaya Siapkan OKK, UKW, dan HPN Provinsi DKI, Sertakan Anugerah Jurnalistik MHT dan PWI Jaya Award

“Untuk memajukan bangsa ini, lewat suara-suara yang betul-betul dari hati dan masyarakat, itu yang sangat kami inginkan. Mereka harus kreatif, inovatif, stabil, dan solutif. Artinya jangan hanya bersuara saja, tetapi juga memiliki solusi-solusi untuk menyelesaikan persoalan yang ada,” ujar Supriyadi.

Menurutnya, tema “Menjadi Pelita Bagi Bangsa” harus diwujudkan melalui keteladanan dan kontribusi nyata bagi Indonesia.

“Menjadi pelita bagi bangsa artinya harus menjadi paripurna, siap menjadi teladan, dan siap menjadi pencerah bagi bangsa,” tambahnya.

Peringatan HUT ke-55 HIKMAHBUDHI diharapkan menjadi momentum memperkuat kontribusi organisasi mahasiswa Buddhis dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, serta memiliki kepedulian sosial tinggi demi menjaga persatuan dan menghadirkan perubahan positif bagi Indonesia.

(*)

Berita Terkait

Siwo Jaya Sediakan Hadiah Rp15 Juta pada Turnamen Biliar Antarwartawan dan Umum
Aylawati Sarwono dan Gary Pontillas Gatchalian Juara Asian Tango Championship 2026 di Tokyo
Transformasi KLASICK: Merajut Silaturahmi Menguatkan Visi
Arifin Minta Lurah Data Rumah Tangga Pemilah Sampah, Sanksi Dibahas Bersama Warga
Munjirin Dorong Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan UMKM
Arifin Sulap Jalan Sabang Jadi Ikon Wisata Kuliner Malam Jakarta
Wali Kota Jakarta Pusat Tinjau Pengungsian Korban Kebakaran Tanah Tinggi
Jesicca Firly Resmi Disumpah sebagai Advokat, Rurih: Tegakkan Hukum dengan Integritas
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:58 WIB

Siwo Jaya Sediakan Hadiah Rp15 Juta pada Turnamen Biliar Antarwartawan dan Umum

Senin, 15 Juni 2026 - 10:58 WIB

Aylawati Sarwono dan Gary Pontillas Gatchalian Juara Asian Tango Championship 2026 di Tokyo

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:16 WIB

Arifin Minta Lurah Data Rumah Tangga Pemilah Sampah, Sanksi Dibahas Bersama Warga

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:00 WIB

Munjirin Dorong Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan UMKM

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:41 WIB

Arifin Sulap Jalan Sabang Jadi Ikon Wisata Kuliner Malam Jakarta

Berita Terbaru