JAKARTA, PLUS62.CO – Tokoh masyarakat DKI Jakarta, Haji Sarmilih, S.H., mengajak seluruh warga untuk tidak terpancing emosi dan tidak terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar menyusul keributan yang terjadi di kawasan Matraman, Jakarta Timur.
Menurut Haji Sarmilih, setiap peristiwa hukum harus dipandang sebagai tanggung jawab individu yang terlibat, bukan dijadikan alasan untuk menyudutkan suku, etnis, atau komunitas tertentu. Ia mengingatkan bahwa narasi yang menggiring opini terhadap kelompok tertentu hanya akan memperkeruh situasi dan mengancam persatuan bangsa.
“Jangan biarkan ulah segelintir orang merusak persaudaraan yang selama ini terjalin baik. Tidak ada satu pun suku atau kelompok masyarakat yang boleh dihakimi akibat perbuatan oknum. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum,” tegas Haji Sarmilih, Selasa (28/7/2026).
Ia meminta masyarakat menahan diri, tidak menyebarkan video, foto, maupun informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Di era media sosial, kata dia, provokasi dapat menyebar lebih cepat daripada fakta sehingga masyarakat harus lebih bijak dalam menerima dan membagikan informasi.
Haji Sarmilih juga mengajak para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh elemen warga untuk menjadi penyejuk suasana dan mencegah berkembangnya isu-isu yang dapat memicu konflik horizontal.
“Jangan terpancing ajakan balas dendam atau narasi yang memecah belah. Jakarta adalah rumah bagi seluruh anak bangsa. Perbedaan suku, agama, maupun latar belakang tidak boleh dijadikan alasan untuk saling bermusuhan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa aparat kepolisian telah memiliki kewenangan untuk mengusut tuntas setiap pelanggaran hukum. Karena itu, masyarakat diminta memberikan kepercayaan penuh kepada aparat dan tidak mengambil tindakan sendiri yang justru berpotensi memperluas konflik.
“Siapa pun yang bersalah harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Namun jangan sampai proses penegakan hukum berubah menjadi konflik antarkelompok. Mari kita jaga keamanan, ketertiban, dan persatuan. Kedamaian Jakarta adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Haji Sarmilih.






