YAHUKIMO, PLUS62.CO – Tiga warga sipil dilaporkan meninggal dunia dalam insiden kekerasan yang terjadi di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin (20/7/2026).
Berdasarkan informasi awal yang diterima aparat, peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan aksi kelompok bersenjata. Sementara itu, melalui pernyataan yang dipublikasikan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, kelompok tersebut mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut. Informasi mengenai kronologi maupun pihak yang bertanggung jawab masih dalam proses penyelidikan oleh aparat yang berwenang.
Menurut informasi awal, korban terdiri atas sepasang suami istri, yakni Kumis Kogoya beserta istrinya, serta seorang perempuan yang disebut berasal dari Suku Unaukam. Hingga kini, identitas lengkap para korban maupun rangkaian peristiwa masih dalam proses pendalaman.
Koops TNI Habema menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Dalam keterangannya, Koops TNI Habema menegaskan bahwa jatuhnya korban sipil merupakan tragedi kemanusiaan yang patut disesalkan dan setiap warga berhak hidup aman tanpa ancaman kekerasan.
Koops TNI Habema menyatakan terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk melakukan penyelidikan, pengejaran, dan penegakan hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat serta menjaga situasi keamanan di wilayah Yahukimo.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa setiap tindakan aparat keamanan mengedepankan profesionalisme serta perlindungan terhadap masyarakat.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Tidak ada satu pun masyarakat yang seharusnya kehilangan nyawa akibat aksi kekerasan. Koops TNI Habema akan terus bekerja secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai hukum untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat serta memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Wirya.
Koops TNI Habema menilai situasi keamanan yang kondusif menjadi fondasi bagi berlangsungnya pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi, dan pembangunan di Papua. Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta menyerahkan proses penanganan perkara kepada aparat yang berwenang.
Sumber: Koops TNI Habema
Autentikasi
Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna
Kepala Penerangan Koops TNI Habema





