Konglomerat Djarum Wafat, Dominasi Taipan Lama Kian Redup - Plus62.co

Konglomerat Djarum Wafat, Dominasi Taipan Lama Kian Redup

- Jurnalis

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINGAPURA – Kabar duka datang dari jantung dunia usaha nasional. Konglomerat pemilik Grup Djarum, Michael Bambang Hartono meninggal dunia pada Kamis, 19 Maret 2026, di Singapura.

Ia mengembuskan napas terakhir pada pukul 13.15 waktu setempat dalam usia 86 tahun. Kepergiannya bukan sekadar kehilangan figur, tetapi menjadi penanda kuat bahwa satu generasi penguasa ekonomi Indonesia perlahan berpulang.

Baca Juga :  Truk Sumbu III Nekat Melintas di Jalan Tol-Arteri Saat Operasi Ketupat Bakal di Tindak

“Beliau adalah simbol ketekunan dan konsistensi dalam membangun bisnis dari hulu ke hilir. Indonesia kehilangan salah satu pilar penting dalam dunia usaha,” ujar seorang pelaku industri yang enggan disebutkan namanya.

Selama puluhan tahun, Michael Bambang Hartono dikenal sebagai arsitek konglomerasi terbesar di Tanah Air. Dari industri rokok hingga sektor keuangan melalui , jejak bisnisnya membentuk lanskap ekonomi nasional.

Baca Juga :  Arifin Sulap Jalan Sabang Jadi Ikon Wisata Kuliner Malam Jakarta

Di balik kekuatan bisnisnya, ia juga dikenal aktif dalam kegiatan filantropi melalui . Berbagai program di bidang pendidikan, olahraga, lingkungan, dan budaya menjadi bagian dari kontribusinya bagi masyarakat.

“Wafatnya beliau bukan hanya duka bagi dunia bisnis, tapi juga momentum refleksi. Kita sedang menyaksikan pergeseran generasi dalam peta kekuatan ekonomi Indonesia,” kata pengamat ekonomi.

Baca Juga :  Satpol PP Jakpus Gelar Bersih-bersih Gereja

Kepergiannya mempertegas perubahan zaman. Dominasi konglomerat lama yang selama ini menguasai sektor strategis kini mulai meredup, membuka ruang bagi generasi baru dan wajah baru kekuatan ekonomi Indonesia.


Berita Terkait

Posyandu Melati 2 Duri Pulo Masuk Penilaian osyandu Berprestasi Tingkat Nasional
BKPRMI DKI Dorong Remaja Masjid Jadi Entrepreneur
Ritual Satanik pada Maulid Nabi di Pekalongan, Di Mana Pengawasan?
Presiden Panggil Dirjen Bea Cukai, BCW: Perang Penyelundupan Harus Menyentuh Jaringan Besar
Kodaeral IV Perkuat Sinergi dengan Insan Pers di Pelantikan Ulang PWI Kepri
Kesit dan Bryan Gautama Dukung Pengembangan PPISHP Cengkareng
Purbaya Dicopot, Bea Cukai Watch: Jangan Buru-buru Bernapas Lega
Pameran Ikan Hias APIC-Pokja PWI Jakbar Edukasi Ratusan Pelajar

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:00 WIB

Posyandu Melati 2 Duri Pulo Masuk Penilaian osyandu Berprestasi Tingkat Nasional

Sabtu, 26 September 2026 - 20:21 WIB

BKPRMI DKI Dorong Remaja Masjid Jadi Entrepreneur

Kamis, 24 September 2026 - 07:56 WIB

Ritual Satanik pada Maulid Nabi di Pekalongan, Di Mana Pengawasan?

Kamis, 24 September 2026 - 07:33 WIB

Presiden Panggil Dirjen Bea Cukai, BCW: Perang Penyelundupan Harus Menyentuh Jaringan Besar

Rabu, 16 September 2026 - 16:19 WIB

Kesit dan Bryan Gautama Dukung Pengembangan PPISHP Cengkareng

Berita Terbaru

Megapolitan

BKPRMI DKI Dorong Remaja Masjid Jadi Entrepreneur

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:21 WIB