JAKARTA — Reuni tak biasa dilakukan alumni kelas 2 IPA 3 SMAN IX Bulungan, Jakarta Selatan. Sepuluh orang yang tergabung dalam “Dupaties”—angkatan 1978—menjajal pengalaman baru sebagai fotomodel dadakan, Sabtu (18/4).
Kegiatan ini digagas oleh Roy Genggam Nusantoro, fotografer profesional sekaligus alumni sekolah yang sama. Lewat Genggam Studio miliknya di kawasan Cireundeu, Tangerang Selatan, Roy “menyulap” rekan-rekan seangkatannya tampil percaya diri di depan kamera.
Para alumni yang kini berusia sekitar 65 tahun itu tampak menikmati sesi pemotretan. Lima peserta perempuan—Saraswati, Nina Bancroft, Aisyiatul Islamiyah, Linda Silitonga, dan Dewi Rosanti—bahkan mendapat sentuhan langsung dari Make Up Artist Jimmy Martha.
“Seru sekali. Istimewa pokoknya,” ujar Lajuanda, ketua kelas 2 IPA 3 tahun 1978.
Tak hanya sesi foto, Roy juga menjamu para sahabatnya dengan hidangan sejak pagi hingga siang. Suasana hangat dan penuh canda mewarnai kegiatan tersebut.
Saraswati mengaku terkesan dengan profesionalitas Roy. “Saya selalu senang setiap diundang ke sini. Dia bekerja sangat fokus, serius, tapi tetap ringan tangan,” katanya.
Menurut Saras, Roy bahkan mengerahkan seluruh timnya untuk memastikan kenyamanan tamu, mulai dari make-up, layanan konsumsi, hingga pendampingan selama sesi berlangsung.
Roy mengatakan kegiatan ini sengaja digelar untuk mempererat kebersamaan. Momen itu juga dimanfaatkan untuk berkumpul dengan Nina Bancroft, rekan mereka yang telah 23 tahun menetap di Kanada.
“Ini murni untuk fun, bukan komersial. Kebetulan Nina sedang di Jakarta sebelum kembali ke Kanada,” ujar Roy.
Nina, yang kini tinggal di Cornwall, Ontario, berbagi kisah hidupnya selama di Kanada. Ia sempat bekerja sebagai pengemudi bus sekolah dengan lisensi khusus, menghadapi tantangan cuaca ekstrem hingga minus 25 derajat Celsius dan badai salju.
Kini, Nina tidak lagi bekerja dan memiliki penghasilan dari penyewaan properti. Ia juga tengah menanti kelahiran cucu dari anak keduanya.
Kebersamaan singkat itu pun menjadi momen berharga bagi para Dupaties—membuktikan usia bukan halangan untuk tetap aktif, kreatif, dan menikmati hidup.






