Reuni Unik: Alumni 1978 SMAN IX Bulungan Jajal Jadi Fotomodel - Plus62.co

Reuni Unik: Alumni 1978 SMAN IX Bulungan Jajal Jadi Fotomodel

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Reuni tak biasa dilakukan alumni kelas 2 IPA 3 SMAN IX Bulungan, Jakarta Selatan. Sepuluh orang yang tergabung dalam “Dupaties”—angkatan 1978—menjajal pengalaman baru sebagai fotomodel dadakan, Sabtu (18/4).

Kegiatan ini digagas oleh Roy Genggam Nusantoro, fotografer profesional sekaligus alumni sekolah yang sama. Lewat Genggam Studio miliknya di kawasan Cireundeu, Tangerang Selatan, Roy “menyulap” rekan-rekan seangkatannya tampil percaya diri di depan kamera.

Para alumni yang kini berusia sekitar 65 tahun itu tampak menikmati sesi pemotretan. Lima peserta perempuan—Saraswati, Nina Bancroft, Aisyiatul Islamiyah, Linda Silitonga, dan Dewi Rosanti—bahkan mendapat sentuhan langsung dari Make Up Artist Jimmy Martha.

Baca Juga :  Pembangunan Got Lebih Tinggi dari Jalan, Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan

“Seru sekali. Istimewa pokoknya,” ujar Lajuanda, ketua kelas 2 IPA 3 tahun 1978.

Tak hanya sesi foto, Roy juga menjamu para sahabatnya dengan hidangan sejak pagi hingga siang. Suasana hangat dan penuh canda mewarnai kegiatan tersebut.

Saraswati mengaku terkesan dengan profesionalitas Roy. “Saya selalu senang setiap diundang ke sini. Dia bekerja sangat fokus, serius, tapi tetap ringan tangan,” katanya.

Baca Juga :  Jakpus Perketat Pengawasan Penanganan Aduan, ASN Diminta Kerja Nyata

Menurut Saras, Roy bahkan mengerahkan seluruh timnya untuk memastikan kenyamanan tamu, mulai dari make-up, layanan konsumsi, hingga pendampingan selama sesi berlangsung.

Roy mengatakan kegiatan ini sengaja digelar untuk mempererat kebersamaan. Momen itu juga dimanfaatkan untuk berkumpul dengan Nina Bancroft, rekan mereka yang telah 23 tahun menetap di Kanada.

“Ini murni untuk fun, bukan komersial. Kebetulan Nina sedang di Jakarta sebelum kembali ke Kanada,” ujar Roy.

Baca Juga :  Viral Aksi Pungli Jukir di Bandung, Getok Tarif Parkir 50 Ribu

Nina, yang kini tinggal di Cornwall, Ontario, berbagi kisah hidupnya selama di Kanada. Ia sempat bekerja sebagai pengemudi bus sekolah dengan lisensi khusus, menghadapi tantangan cuaca ekstrem hingga minus 25 derajat Celsius dan badai salju.

Kini, Nina tidak lagi bekerja dan memiliki penghasilan dari penyewaan properti. Ia juga tengah menanti kelahiran cucu dari anak keduanya.

Kebersamaan singkat itu pun menjadi momen berharga bagi para Dupaties—membuktikan usia bukan halangan untuk tetap aktif, kreatif, dan menikmati hidup.


Berita Terkait

Posyandu Melati 2 Duri Pulo Masuk Penilaian osyandu Berprestasi Tingkat Nasional
BKPRMI DKI Dorong Remaja Masjid Jadi Entrepreneur
Ritual Satanik pada Maulid Nabi di Pekalongan, Di Mana Pengawasan?
Presiden Panggil Dirjen Bea Cukai, BCW: Perang Penyelundupan Harus Menyentuh Jaringan Besar
Kodaeral IV Perkuat Sinergi dengan Insan Pers di Pelantikan Ulang PWI Kepri
Kesit dan Bryan Gautama Dukung Pengembangan PPISHP Cengkareng
Purbaya Dicopot, Bea Cukai Watch: Jangan Buru-buru Bernapas Lega
Pameran Ikan Hias APIC-Pokja PWI Jakbar Edukasi Ratusan Pelajar
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:00 WIB

Posyandu Melati 2 Duri Pulo Masuk Penilaian osyandu Berprestasi Tingkat Nasional

Sabtu, 26 September 2026 - 20:21 WIB

BKPRMI DKI Dorong Remaja Masjid Jadi Entrepreneur

Kamis, 24 September 2026 - 07:56 WIB

Ritual Satanik pada Maulid Nabi di Pekalongan, Di Mana Pengawasan?

Kamis, 24 September 2026 - 07:33 WIB

Presiden Panggil Dirjen Bea Cukai, BCW: Perang Penyelundupan Harus Menyentuh Jaringan Besar

Rabu, 16 September 2026 - 16:19 WIB

Kesit dan Bryan Gautama Dukung Pengembangan PPISHP Cengkareng

Berita Terbaru

Megapolitan

BKPRMI DKI Dorong Remaja Masjid Jadi Entrepreneur

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:21 WIB